Peristiwa Agregasi    Senin, 13 Mei 2019 / 15:26 WIB

Militer AS di Teluk Bukan Ancaman Iran

TEHERAN, KRJOGJA.com – Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran pada Minggu mengatakan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk dahulu dianggap sebagai sebuah ancaman serius bagi Teheran, tetapi sekarang menunjukkan sebuah sasaran.

Militer AS telah mengirim pasukan, termasuk kapal induk dan pengebom B-52, ke Timur Tengah dalam suatu langkah yang menurut para pejabat AS dibuat untuk menghadapi "indikasi yang jelas" ancaman dari Iran terhadap pasukan Amerika di wilayah tersebut.

USS Abraham Lincoln menggantikan kapal induk lain yang digilir keluar dari Teluk bulan lalu.

"Sebuah kapal induk yang memiliki setidaknya 40 hingga 50 pesawat di dalamnya dan 6.000 pasukan yang berkumpul di dalamnya merupakan ancaman serius bagi kami di masa lalu, tetapi sekarang ini adalah target dan ancaman telah beralih ke peluang," kata Amirali Hajizadeh, kepala divisi kedirgantaraan Garda Revolusi sebagaimana dilansir Reuters, Senin (13/5/2019).

"Jika (Amerika) bergerak, kami akan menghantam kepala mereka," tambahnya, dikutip kantor berita ISNA.

Berbicara kepada CNBC dalam sebuah wawancara yang akan disiarkan pada Senin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pengerahan militer AS itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap intelijen tentang potensi serangan Iran dan bertujuan untuk menggertak mereka dan untuk dapat merespons jika diperlukan.

"Kami telah melihat laporan ini," kata Pompeo. "Itu nyata. Tampaknya ada sesuatu yang terkini, itulah hal yang kami khawatirkan hari ini. "

" Jika Iran memutuskan untuk menargetkan kepentingan Amerika - apakah itu di Irak atau Afghanistan atau Yaman atau tempat mana pun di Timur Tengah - kami siap untuk menanggapi dengan cara yang tepat," kata Pompeo. Dia menambahkan bahwa "tujuan kami bukanlah perang. "

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Hossein Khanzadi mengatakan pada Minggu bahwa pasukan Amerika harus keluar dari Teluk. Dilaporkan ISNA, Khanzadi mengatakan bahwa "Kehadiran Amerika di kawasan Teluk Persia telah mencapai akhir dan mereka harus meninggalkan wilayah itu. (*)