DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 12 Mei 2019 / 19:50 WIB

Bangkitkan Semangat di Liga 1, Pemain PSS Belajar dari Anak Yatim

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pemain, pelatih dan manajemen PSS hadir dalam pembekalan spiritual di Pondok Pesantren Ora Aji Kalasan Minggu (12/5/2019) petang. Bersama Gus Miftah, pengasuh ponpes yang juga komisaris PT PSS, para pemain diminta belajar dari anak yatim piatu. 

Gus Miftah mengungkap, anak yatim piatu yang juga dihadirkan dalam agenda bebarengan buka bersama merupakan wajah kurang beruntung yang tetap memiliki rasa syukur sangat besar. Hal tersebut menurut dia harus dijadikan motivasi tersendiri bagi para pemain yang jauh lebih beruntung bisa mendapatkan rejeki dan kebahagiaan melalui sepakbola. 

“Saya berharap teman-teman pemain belajar dari anak yatim piatu yang nasibnya tak beruntung. Bagaimanapun PSS sekarang di Liga 1 dan teman-teman pemain berada di kompetisi tertinggi yang tak semua orang bisa merasakan. Motivasi ini yang kami harapkan bisa tumbuh pada diri pemain dan bisa menunjukkannya di kompetisi Liga 1,” ungkap Gus Miftah pada wartawan usai berbuka bersama. 

Secara khusus, Gus Miftah juga menceritakan optimisme setelah lima bulan lalu ia merasa terpanggil berkunjung ke Amsterdam untuk menyaksikan Ajax bertanding. “Saya feeling, Ajax akan berbicara banyak di Eropa dan benar bisa menembus semifinal Champions tanpa pemain berlabel bintang. Situasi ini mungkin hampir sama di PSS, dan saya juga yakin kita bisa berjuang maksimal dan menunjukkan yang terbaik,” sambung kiyai gondrong ini. 

Sementara terkait suporter yang beberapa hari lalu sempat melakukan protes, Gus Miftah mengatakan bahwa saat ini sense of belonging atau rasa memiliki yang harus dikedepankan. Ia memberikan contoh rela rugi demi membeli saham PSS karena kecintaan pada Super Elja. 

Ini yang diharapkan Gus Miftah hinggap dihati Sleman Fans. “Sekarang ini mungkin banyak suporter yang skeptis. Tapi harapan saya sense of belonging itu yang harus dikembalikan,  harapannya bisa suport seperti tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, pemain juga harus menunjukkan semangat luar biasa sebagai wujud rasa memiliki itu,” tandas kiyai yang dikenal dekat dengan PSK ini. (Fxh)