DIY Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 12 Mei 2019 / 15:26 WIB

PDIP KUASAI 17 KURSI DPRD DIY

Selisih Suara Tipis, Berpotensi PHPU

YOGYA, KRJOGJA.com - Kendati belum ada konversi suara menjadi kursi yang dilakukan oleh KPU, hal itu bisa dilihat dari hasil rekapitulasi yang sudah dirampungkan. Merujuk proses rekapitulasi berjenjang yang cukup dinamis, terjadinya selisih suara yang tipis antara caleg yang berpeluang lolos dan yang gagal, berpotensi munculnya Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Khusus untuk wilayah DIY, peluang terjadinya PHPU juga memungkinkan. Apalagi ada beberapa pihak yang mendatangi Bawaslu DIY guna mengumpulkan data sebagai pembanding. Hal itu pun dibenarkan Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono, di sela rekapitulasi Pemilu 2019 di Jogja Expo Centre, Sabtu (11/5). 

"Memang ada yang berkomunikasi dan meminta data C1. Kami selalu terbuka bagi yang hendak mencari data. Tapi data itu tidak boleh dibawa keluar, harus tetap berada di Bawaslu, boleh disalin atau dipotret,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi di KPU DIY, PDIP masih tetap merajai kursi legislatif dengan 17 kursi. Disusul PAN, Gerindra, dan PKS masing-masing tujuh kursi, PKB enam kursi, Golkar lima kursi, NasDem tiga kursi serta PPP, Demokrat dan PSI masing-masing satu kursi.

Menurut Bagus Sarwono, PHPU harus diajukan ke MK paling lambat tiga hari kerja sejak hasil rekapitulasi ditetapkan oleh KPU RI. Jika penetapan tersebut sesuai rencana yakni 22 Mei 2019, maka maksimal pada 23 Mei 2019 harus mengajukan data PHPU ke MK. Pihak yang dapat mengajukan PHPU pun bukan calon legislatif melainkan parpol sebagai peserta pemilu.

Bagus menilai, MK akan cermat dalam menentukan pengajuan PHPU. Terhadap data yang kurang menyakinkan, maka bisa berujung penolakan. Akan tetapi, jika pengajuan diterima maka Bawaslu akan bertindak sebagai pembanding. ”Potensi PHPU itu biasanya bagi selisih suara yang tipis antara yang menang dengan yang kalah. Sepanjang buktinya kuat, maka bisa jadi akan dikabulkan. Tapi itu semua MK yang memutuskan, kami hanya pembanding saja,” urainya.

Sementara terkait hasil rekapitulasi di tingkat DIY, terdapat wajah baru untuk calon DPD. Empat besar calon perseorangan yang mendapat suara terbanyak ialah GKR Hemas, Hilmy Muhammad, M Afnan Hadikusumo dan Cholid Mahmud. (Dhi)