Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 12 Mei 2019 / 11:08 WIB

Menristekdikti :Pendirian Fakultas Kedokteran Harus Didukung Pemda

SERANG, KRJOGJA.com - Pendirian Fakultas Kedokteran di sebuah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah daerah setempat .

Demikian Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, ketika menyerahkan secara langsung Surat Keputusan Izin Pembukaan Program studi/Fakultas Kedokteran kepada Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sholeh Hidayat.


"Kita tahu dalam proses pembelajaran universitas akan menghadapi berbagai tantangan revolusi industri 4.0" ujarnya .
 Perkembangan teknologi akan melahirkan berbagai profesi yang saat ini belum pernah ada. Pemanfaatan _big data, _artificial intelligence_, robotik, jika diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan (pendidikan, kesehatan, transportasi, industri, keuangan, dsb) dapat mendukung layanan dan  kenyamanan hidup manusia secara berkelanjutan. 

"Termasuk di bidang kesehatan, Big data BPJS contohnya, ini kedepan apakah data-data kesehatan yang begitu banyak (big data) akan diolah untuk menentukan bagaimana menyiapkan riset di bidang farmasi, dokter mana yang harus diperbanyak, kebutuhan dokter spesialis, dan lain sebagainya," jelasnya. 

Menristekdikti menegaskan seperti provinsi Banten memang sangat membutuhan program pendidikan kedokteran karena di provinsi ini tingkat kesehatan masih sangat rendah. Padahal jarak (Banten) dekat dengan ibu kota (Jakarta). 

"Mudah-mudahan dengan adanya prodi kedokteran ini akan bisa membantu peningkatan kesehatan di Banten. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Banten yang sudah memberikan dukungannya," tutur Nasir. 
Pengusulan program studi kedokteran di Untirta sendiri telah melewati berbagai proses yang dimulai sejak 2015. Pelaksanaan pembelajaran akan diampu oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 

Pada tahun 2019 ini akan ada 50 orang mahasiswa kedokteran pertama yang akan masuk FK Untirta. 40 orang berasal dari kota dan kabupaten se-Banten dan 10 mahasiswa dari umum. 
"Proses seleksi masuk akan dilaksanakan oleh FK UI sebagai pendamping," imbuh Rektor Untirta, Sholeh Hidayat. 

Adapun pemerintah Banten baik pemerintah provinsi maupun kabupaten kota akan memberikan dukungan berupa sekitar 50 Miliar rupiah untuk penyelenggaraan pendidikan kedokteran Untirta. 

Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan pihaknya sangat mendukung pendirian prodi/fakultas kedokteran di Banten. Pendidikan kedokteran di provinsi ini sendiri sudah dirintis lama oleh tokoh masyarakat. Pasalnya, Banten memang membutuhkan banyak tenaga kedokteran. Tidak sedikit tenaga medis yang dikirim dari luar Banten. 
"Bahkan tiap tahun kami mengangkat sekitar 200 orang tenaga kedokteran. Termasuk dokter spesialis yang sangat sulit didapatkan," tuturnya. (Ati)