Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 12 Mei 2019 / 12:22 WIB

BI Siapkan Uang Tunai Rp217,1 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com - Guna memenuhi kebutuhan uang tunai pada bulan ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1440 H, Bank Indonesia ( BI)  menyediakan uang tunai sebesar Rp 217,1 triliun. Kebutuhan tunai ini, meningkat 13,5 persen, bila dibandingkan kebutuhan uang tunai pada tahun 2018 yang mencapai Rp 191,3 triliun.

“Kebutuhan uang tunai pada bulan ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1440 H, BI menyediakan uang tunai sebesar Rp 217,1 triliun,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi , di Jakarta. Adapun uang yang disediakan BI tersebut, dalam pecahan besar mulai dari Rp 50.000 ke atas mencapai 90,8 persen atau sekitar Rp 167,2 triliun.
Sedangkan pecahan uang kecil, yakni mulai Rp 20.000 ke bawah sebanyak 9,2 persen atau sebesar Rp 19,9 triliun.

Dijelaskan, tingginya uang tunai ini dipengaruhi dan antisipasi hari libur yang mencapai 10 hari sejak tanggal 30 Mei hingga 9 Juni 2019. Selain itu, adanya pencairan THR buat aparatur sipil negara ( ASN),  pensiunan dan Polri, THR pegawai swasta.

Dikatakan, kebutuhan uang tunai di disebar berdasarkan wilayah. Untuk wilayah Jawa non Jabodetabek mencapai 38,7 persen atau sekitar Rp 84 triliun. Wilayah Jabodetabek mencapai 23,7 persen atau Rp 51 5 triliun. Wilayah Sumatera mencapai Rp 41,2 triliun dan untuk Kawasan Timur Indonesia ( KTI) mencapai Rp 40,4 triliun.

Dipaparkan, selama seminggu puasa, realisasi penarikan uang tuani dari Rp 217,1 triliun ini  sudah terjadi,  sudah ditarik sebesar Rp 22 triliun atau sekitar 10,2 persen. Dengan rincian penarikan di pulau Jawa non Jabodetabek mencapai Rp 8,5 triliun  sedangkan di Jabodetabek mencapai Rp 6,6 triliun. Sedangkan di kas titipan, penarikan uang tunai sudah mencapai Rp 3,6 triliun dan penarikan di bank sudah mencapai Rp 18,4 triliun.

Dikatakan,  diperkirakan penarikan uang paling besar terjadi pada minggu ke 4 ramadan sekitar 50-60 persen dari kebutuhan uang tunai. Sedangkan strategi BI dalam membagi uang tunai ini, yakni pembagiannya harus merata untuk setiap kantor BI di seluruh Indonesia yang sudah mulai didistribusikan pada minggu lalu.
Selain itu, juga dioptimalkan kas keliling terutama untuk  daerah 3 T yakni terluar, terdepan dan terjauh. Juga dimanfaatkan kas keliling dan jaringan perbankan yang ada dan juga kerjasama dengan penyedia jasa transportasi baik darat laut dan udara.

BI juga menyediakan jasa penukaran uang tunai di berbagai wilayah. Tahun ini ada 2.895 titik penukaran uang tunai atau meningkat 47 persen dibandingkan tahun laku yang mencapai 1.776 titik.
Sedangkan uang tunai yang ditukar ini dilakukan per paket, yakni sekitar Rp 3, 9 juta per paket. 

“ Penukaran  uang tunai ini ditetapkan per paket  yakni sebesar Rp 3,9 juta. Sedangkan uang pecahannya sudah disesuaikan , kecuali uang pecahan Rp 100 tidak ada,” tegasnya. ( Lmg)