Kisah Inspiratif Editor : Agung Purwandono Sabtu, 11 Mei 2019 / 04:50 WIB

PSW UIN Sunan Kalijaga - CSLS Universitas Oxford Lahirkan Buku Tentang Keadilan Gender

PUSAT Studi Wanita (PSW) atau yang sekarang disebut Pusat Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak (P2GHA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerjasama dengan Global Chalanges Research Funds (GCRF) dan CSLS Oxford University yang dipimpin Prof Dr Livia Holden menggelar peluncuran buku berjudul 'Nilai-nilai Budaya dan Keadilan bagi Perempuan di Pengadilan Agama Indonesia: Praktik Terbaik', di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 26 April 2019.

Buku tersebut merupakan produk skema proyek kerjasama di Indonesia dan Pakistan tentang 'Gender Sensitization for Judicial Education' yang didanai penuh GCRF dengan Prof Dr Livia Holden bertindak sebagai project leader menggandeng partnership Prof Dr Euis Nurlaelawati MA, dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga serta PSW/P2GHA UIN Sunan Kalijaga sebagai leading sectornya.

Proyek ini menggunakan konsep keahlian budaya untuk menumbuhkan kesadaran tentang hubungan prinsip-prinsip budaya dan keadilan gender di Pengadilan Agama yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan para hakim Pengadilan Agama dalam mempromosikan keadilan gender di
tingkat lokal sesuai prinsip-prinsip hak asasi manusia dan budaya internasional.

Inisiator dan tim pelaksana penerbitan buku kolaborasi PSW UIN Sunan Kalijaga – CSLS Universitas Oxford

Dalam durasi singkat, Januari hingga April 2019, delapan hakim dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jawa Timur, Makassar, Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan berkolaborasi dengan delapan akademisi UIN Sunan Kalijga. Proses tersebut mulai dari workshop persiapan buku teks, proses penulisan bersama dan finalisasi hingga buku ini dapat diluncurkan.

Saat diluncurkan, kedelapan hakim juga berkesempatan mempresentasikan tulisan masing-masing. Berbagai kasus yang berbeda lantas dijahit Prof Dr Euis Nurlalelawati yang mengatakan, kumpulan artikel berkaitan hukum keluarga ini menunjukkan kesesuaian prinsip-prinsip budaya dengan hak-hak perempuan dalam perspektif internasional. Selain itu juga fleksibilitas hakim yang luar biasa dalam penafsiran hukum Islam.

Selanjutnya, dosen Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Dr Hamim Ilyas MA sebagai pembedah sesi diskusi mengatakan, buku ini menawarkan
pendekatan baru terkait metode pengkajian putusan yang berhubungan dengan keluarga. Adapun metode yang digunakan adalah nilai budaya etnis, nilai budaya keadilan yang universal dan nilai budaya masyarakat modern. Hal tersebut berfungsi sebagai sumber untuk menghasilkan putusan yang benar dan adil.

"Metode yang digunakan dalam buku ini merupakan penerapan konsep keahlian budaya yang  dipadukan pengetahuan prinsip budaya dalam konteks ke Indonesiaan. Hal itu sesuai  fleksibilitas budaya yang selalu berkembang di masyarakat dan dapat diadaptasi serta dirumuskan kembali oleh kelompok-kelompok sosial," jelas Hamim.

Seperti tercantum dalam cover belakang buku, sambutan positif hadirnya buku ini juga disampaikan  Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI Dr Drs H Amran Suadi SH MHum MM, Direktur Jendral Badan Peradilan Agama Dr Drs Aco Nur SH MH serta Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin MA.

Mereka menghargai kemitraan antara Universitas Oxford dan UIN serta mendorong Prof Livia Holden dan Prof Euis Nurlaelawati untuk mengunjungi semua pengadilan di Indonesia. Hal tersebut guna melanjutkan kolaborasi antara hakim dan akademisi untuk keadilan yang lebih baik serta  mendesiminasi konsep keahlian budaya secara lebih jauh.

Hal senada juga diungkapkan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD bahwa antara teori dan praktik harus seimbang dan saling bersinergi satu sama lain. Prinsipnya, dengan membandingkan teori dan praktik di pengadilan, maka kita hidup di dunia nyata.

"Karya-karya inilah yang harus terus dikembangkan sebagai penyeimbang antara dunia akademik dan dunia praktis. Project ini merupakan respon terhadap kebutuhan universitas agar memiliki dampak yang lebih luas di masyarakat. Sekaligus menawarkan solusi lebih nyata dalam dunia peradilan, khususnya terkait pada keadilan gender dalam masyarakat," jelas prof Yudian.

Prof Dr Livia Holden dari CSLS - Oxford University yang juga memimpin project sama di Pakistan juga menyampaikan apresiasi tinggi baik kepada UIN Sunan Kalijaga serta semua pihak yang terlibat atas kolaboarasi ini. Bahkan Prof Dr Livia Holden yang sebelumnya juga berkunjung ke Pangadilan Agama Wates dan Bantul dan berkesempatan merekam jalannya persidangan menekankan pentingnya belajar dari hakim dengan ilmu pengetahuan maupun pengalaman di persidangan.

"Buku seperti inilah yang sesungguhnya bermanfaat bagi dunia akademik dan juga peradilan. Pasalnya dapat menunjukkan kemampuan para hakim
pengadilan Agama di Indonesia dalam memahami nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan dasar merumuskan kembali
prinsip budaya. Hal itu guna mempromosikan hak perempuan yang sejalan dengan prinsip internasional," ungkapnya.

Direktur PSW Dr Witriani MHum tak ketinggalan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, khususnya Prof Dr Livia Holden dari CSLS Oxford University selaku leader project sekaligus editor buku, GCRF selaku lembaga yang mendanai proyek penulisan buku, Prof Dr Euis Nurlaelawati bertindak co-inisiator yang juga editor serta penulis atas kolaborasi yang terbilang singkat. Bagi PSW UIN Suka, isu pengarusutamaan gender dan keadilan di Pengadilan Agama bukan hal baru. Kerjasama dengan PA berlangsung hampir dua dekade. Namun, kali ini PSW melangkah lebih jauh dengan melibatkan Hakim Pengadilan Agama untuk menulis praktik terbaik kasus peradilan.

Sampul buku kolaborasi PSW UIN Sunan Kalijaga – CSLS Universitas Oxford

"Proyek ini memberi kesempatan kolaborasi pertama kali antara hakim dan akademisi untuk menghasilkan  buku teks pendidikan yudisial tentang praktik terbaik keadilan gender yang menggunakan instrumen konsep keahlian budaya," ungkap Witriani.

Mereka yang  bergabung, M Nur SAg (Hakim Yustisial Mahkamah Agung RI), Dr Muhammad Najmi Fajri SHI MHI (PA Singguminasa Makasar), Nur Lailah Ahmad SH (PA Wates), Ummu Hafidzah SHI MHum (PA Madura), Latifah SH MHum (PA Bantul), Muhammad Isna Wahyudi SHI MSI (PA Bima), Dr M Fauzan MA (PA Solok Sumbar), Dr Zaenal Fanani SHI MSI dan (PA Kota Madiun). Sedangkan co-writers, yakni Prof Dr Euis Nurlaelawati MA, Dr Witriani MHum, Dr Waryono MAg, Dr Mochamad Sodik MSi, Dr Inayah Rohmaniyah MHum MA, Alimatul Qibtiyah MSi MA PhD dan  Zusiana Elly Triantini MSi.

Keadilan (gender) memang harus terus disuarakan. Yang dilakukan para hakim dalam praktik terbaik ini merupakan upaya untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan dimaksud. "Semua pihak berharap buku ini bermanfaat dan berkontribusi positif tidak hanya dalam penegakan keadilan dan kesetaraan gender di dunia peradilan, tetapi juga dalam pengembangan akademik, khususnya di bidang kajian Hukum, Islam dan Gender," ucap Zusiana Elly Triantini MSi, Sekretaris PSW yang menjadi moderator acara tersebut. (Feb)