DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 10 Mei 2019 / 17:11 WIB

Ramadan Jadi Momentum Kuatkan Pancasila

SLEMAN, KRJOGJA.com - Nilai kebaikan, tenggang rasa, toleransi, dan beramal saleh, menjadi hikmah yang dapat dipetik dalam ibadah puasa Ramadhan. Walau demikian, nilai-nilai itu masih sulit ditemui dalam kehidupan berbangsa saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Yudi Latif selaku Dosen UNY dan Praktisi Pancasila, dalam Forum Media UNY yang digelar di Ruang Sidang Utama UNY, Kamis (10/05) sore. Karakter luhur menurutnya harus jadi praksis kehidupan yang berkelanjutan di Indonesia. Bahkan, tidak hanya eksklusif di Bulan Ramadhan saja. Karena nilai-nilai tersebut telah tercermin dalam Pancasila dan harus menjadi falsafah hidup masyarakat Indonesia sepanjang waktu.

"Jadi nilai-nilai baik tersebut, harus menjadi praksis kehidupan yang berbasis nilai-nilai Pancasila. Dan itu berkelanjutan. Ramadhan kemudian jadi momentum untuk menguatkan praksis nilai-nilai Pancasila," ungkap Yudi dalam seminar yang juga dihadiri oleh Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa, Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat Octo Lampito, dan Direktur Riset Setara Institute Halili.

Yudi menambahkan bahwa nilai karakter itu makin penting untuk terwujud, karena adanya tantangan kehidupan berbangsa pasca Pemilu 2019. Pemilihan Umum yang harusnya menjadi pesta demokrasi dan menyatukan bangsa, justru memecah belah ikatan sosial yang ada di masyarakat (social fabric) hanya karena kepentingan politik praktis.

Hal senada juga diungkapkan oleh Octo dalam menekankan bagaimana media punya peran penting dalam politik. Termasuk, menjaga agar politik tetap menyejukkan dan mewadahi segala aspirasi yang ada di akar rumput.

"Media juga punya peran penting. Dia bisa menyatukan, tapi juga punya tools untuk memecah belah, sehingga perlu kebijaksanaan dalam mengelola media," sebut Octo.

Dari beragam tantangan tersebut, UNY sebagai lembaga pendidikan disebut Sutrisna harus menghadirkan kontribusi yang bertujuan menjaga penguatan pancasila. Oleh karena itu sejak 2017, UNY mencanangkan diri menjadi center of excellence dalam pengembangan pendidikan Pancasila.

Caranya, melalui pendirian Pusat Studi Pancasila dan Konstitudi. Pusat studi tersebut sejauh ini telah menelurkan 25 judul penelitian Pancasila dan praktik pembelajarannya di tahun 2018. (KRA-02)