Peristiwa Agregasi    Jumat, 10 Mei 2019 / 17:26 WIB

Korsel : Korut Tembakkan Rudal Balistik

SEOUL, KRJOGJA.com – Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara telah meluncurkan rudal yang tidak teridentifikasi dalam sebuah uji coba senjata pada Kamis. Uji coba tersebut merupakan yang kedua dalam waktu kurang dari sepekan.

Rudal tersebut dilaporkan diluncurkan dari Kota Kusong di barat daya Korea Utara dan terbang sejauh 420 kilometer dan 270 kilometer ke arah timur. Peluncuran itu terjadi beberapa jam setelah utusan Amerika Serikat (AS) tiba di Korea Selatan untuk mengadakan pembicaraan tentang cara menghidupkan kembali perundingan nuklir.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa kedua rudal itu ditembakkan sekitar pukul 16:30 waktu setempat (07:30 GMT) dan mencapai ketinggian sekitar 50 km sebelum jatuh ke laut,

Sementara pernyataan Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa Korea Utara meluncurkan beberapa rudal balistik yang terbang lebih dari 300 kilometer dan mendarat di laut. Demikian diwartakan Reuters, Jumat (10/5/2019).

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengklaim bahwa uji coba yang baru-baru ini dilakukan oleh Korea Utara adalah respons terhadap pembicaraan denuklirisasi dengan AS yang gagal. Moon mengatakan bahwa Seoul merasa cemas dengan uji coba tersebut, menambahkan bahwa langkah itu tidak membantu memperlancar perundingan.

Korea Utara membantah dugaan bahwa uji coba baru-baru ini sebagai sebuah provokasi terkait kegagalan KTT Hanoi antara Kim Jong-un dengan Presiden AS, Donald Trump. Pyongyang menekankan bahwa uji coba tersebut adalah tindakan yang rutin dan ditujukan untuk mempertahankan diri.

Uji coba rudal Korea Utara telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah pembicaraan denuklirisasi antara Kim Jong-un dan Donald Trump terhenti menyusul keputusan AS yang menolak mencabut sanksi Korea Utara secara keseluruhan, seperti yang diminta Pyongyang. Delegasi Korea Utara menyalahkan AS atas kegagalan KTT .

Ketegangan meningkat pada April ketika Washington dan Seoul melakukan latihan perang bersama yang telah lama dikecam oleh Korea Utara. Pyongyang mengkritik latihan tersebut sebagai penghambat proses rekonsiliasi dan memperingatkan akan mengambil "tanggapan yang sesuai". (*)