Olahraga Editor : Ivan Aditya Jumat, 10 Mei 2019 / 08:45 WIB

Kecewa, Puluhan Suporter PSS Serbu Bus Pemain

SLEMAN, KRJOGJA.com - Suporter PSS menumpahkan kekecewaan pada para pemain dan pelatih usai kalah 0-2 dari Persipura di laga ujicoba, Kamis (09/05/2019) malam. Puluhan suporter bahkan menyerbu para pemain sebelum memasuki bus setelah keluar dari pintu utama Stadion Maguwoharjo.

Para suporter meneriakkan yel-yel bernada kecewa pada kesebelasaan PSS malam tadi. “Piye, piye, piye maine. Piye maine, piye maine kok koyo ngene,” teriak para suporter mengiringi para pemain memasuki bus.

Beberapa bahkan mengeluarkan umpatan kekecewaan dan sempat menyiram air ke arah para pemain yang berjalan dikawal petugas keamanan stadion. Tak ayal adu mulut dan hampir saling pukul terjadi antara keamanan stadion dan suporter PSS.

Kalimat-kalimat sindiran juga muncul untuk mengomentari para pemain yang dinilai tak tampil maksimal bersama PSS musim ini. “Update story (instagram) dulu, update dulu lali main apik,” teriak beberapa orang yang bahkan sempat diiringi pukulan dan tendangan pada bus PSS.

Aroma kekecewaan sebenarnya mulai terlihat di dalam stadion saat laga melawan Persipura usai. Sleman Fans yang memang tak terlalu padat memenuhi Maguwoharjo enggan berdiri dan menyanyi lagu mars PSS, ‘Sampai Kau Bisa’.

Mereka memilih duduk dan melemparkan flare ke lapangan sebagai luapan kekecewaan. Jadilah para pemain, pelatih dan official bernyanyi sendiri di tengah lapangan yang seharusnya menjadi saksi kebanggaan PSS.

Sebelumnya dalam sesi konferensi pers usai laga, Pelatih PSS Seto Nurdiantoro mengaku siap dievaluasi oleh manajemen dan PT PSS meski Liga 1 belum dimulai. Seto tak menampik ada berbagai masalah dalam fase pra musim yang membuat timnya tak maksimal sampai H-6 laga resmi pembukaan kontra Arema 15 Mei 2019 mendatang.

“Saya siap dievaluasi, saya tak khawatir. Apapun keputusan manajemen dan PT saya sudah siap untuk kebaikan PSS. Kalau diminta sudahi saya sudah siap kalau lanjutkan pun saya juga siap,” ungkap pelatih yang membawa PSS juara Liga 2 tahun 2018 lalu.

Seto mengaku sangat paham dengan konsekuensi yang harus dihadapi sebagai pelatih kepala PSS. Apalagi, keinginan besar suporter PSS agar selalu menang dan bermain baik begitu terasa.

“Itu resiko buat saya karena sejak awal pembentukan tim ini tidak mulus. Banyak sekali masalah dari awal dan saya paham suporter inginnya bermain bagus dan menang. Tapi ini adalah sebuah proses yang harus dijalani,” tandas Seto. (Fxh)