Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 08 Mei 2019 / 18:40 WIB

Generasi Milenial tak minat jadi Guru

JAKARTA, KRJOGJA.com - Dari Hasil angket test yang digunakan di Ujian Nasional (UN) Kemdikbud, generasi millenial sekarang sangat sedikit yang berminat menjadi guru.

Demikian Kabalitbang Kemdikbud Totok Suprayitno di Jakarta Rabu (8/5 2019)
"Ada sesuatu hal yang baru dalam Ujian Nasional 2019 kali ini, yakni untuk pertama kalinya menggunakan sistem angket tes untuk mengkaji informasi non-kognitif peserta didik.demikian Totok.

Dari hasil angket yang sudah rampung tersebut. Diketahui bahwa hanya sedikit peserta didik yang ingin menjadi guru. 
"Cita-citanya kebanyakan ingin menjadi pengusaha dan presiden," ujarnya .

Angket tes UN tersebut diuji kepada 512.500 siswa peserta UNBK 2019. 
Masing-masing sekolah maksimal 60 siswa mengisi angket tersebut. Jumlah sekolah yang berpartisipasi hanya di tingkatan SMA/MA sebanyak 8.549.
Siswa yang tidak mau menjadi guru sebanyak 89 persen dan sisanya 11 persen ingin menjadi guru. Mayoritas responden yang hendak menjadi guru adalah perempuan.

"Jumlah siswa perempuan yang ingin menjadi guru 4 kali lebih banyak dibandingkan siswa laki-laki," ujarnya.
Namun, peserta didik yang ingin menjadi guru, ialah peserta didik yang nilainya tidak maksimal.

"Capaian UN siswa yang ingin menjadi guru lebih rendah dibandingkan siswa yang memilih profesi lainnya. Peminat profesi guru perempuan nilai UN-nya lebih tinggi dari siswa laki-laki," ujarnya.

Totok belum mengetahui penyebabnya, namun ia berharap ke depannya dapat meningkatkan kompetensi peserta didik yang bercita-cita sebagai guru. 
Agar kelak, ia mencontohkan, seperti di Finlandia, profesi guru berasal dari orang-orang terbaik dari yang terbaik. "Kita juga ingin menyiapkan guru, menjadikannya terbaik sejak dari bibitnya," pungkasnya.(ati)