DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 08 Mei 2019 / 06:55 WIB

Madukismo Siapkan Gula Kebutuhan Lebaran

BANTUL, KRJOGJA.com - Pabrik Gula (PG) Madukismo Kasihan Bantul telah mengawali musim giling masa tanam 2018-2019. Menurut Direktur PG-PS Madukismo PTMadubaru Irwan Revianto Rares musim giling yang diawali pekan lalu akan mengutamakan menebang tebu yang terserang hama uret di wilayah Purworejo dan Sleman Timur. Hal ini agar bisa mengurangi kerugian petani tebu di wilayah tersebut.

Jumlah areal tebu yang terserang hama uret pada masa tanam 2018-2019 di Purworejo dan Sleman Timur mencapai 800 hektare. Karena itu, upaya mengurangi kerugian petani harus segera dilakukan tebang awal dan segera digiling.

"Selama ini upaya pemberantasan hama uret yang menyerang tanaman tebu di wilayah Purworejo sudah dilakukan dengan berbagai cara dengan melibatkan ahli, tetapi hingga saat ini belum membuahkan hasil yang optimal," katanya.

Masa giling tahun ini PG-Madukismo menargetkan giling tebu sebanyak 500.000 ton dari luasan lahan 6.953,62 hektare dengan taksasi rendemen 7,30 persen. Sehingga produksi gula pasir putih yang diproduksi PG Madukismo 2019 bisa mencapai 36.500 ton.

Jumlah produksi gula dari PG-Madukismo belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di wilayah DIY dan Jawa Tengah Selatan yang setiap tahunnya mencapai 166.000 ton. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula di DIY dan Jawa Tengah Selatan, PG Madukismo berharap ada kepercayaan dari pemerintah pusat untuk mengolah gula mentah (raw sugar) yang didatangkan dari luar negeri.

Seperti musim giling tahun 2018 Madukismo juga mengolah raw sugar sebanyak 50 ton. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula pasir di DIY selama Hari Raya Idul Fitri 1440 H, hasil produksi gula Madukismo sudah bisa dikeluarkan untuk pasaran di DIY. "Hasil giling selama sebulan bisa disiapkan untuk konsumsi selama bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1440 H," kata Irwan. (Jdm)