Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 07 Mei 2019 / 16:28 WIB

Swasta Ikut Berperan Majukan Pendidikan Indonesia

DEPOK, KRJOGJA.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir di Kampus UI Depok berharap swasta juga harus ikut berperan serta memajukan pendidikan di Indonesia.

Menteri mengapresiasi pembangunan gedung Mochtar Riady Social and Political and Research Center di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Nasir yakin gedung ini akan mampu menunjang perkembangan riset ke depannya menjadi lebih baik lagi.

Mohammad Nasir mengatakan, riset selama ini di Indonesia berdiri sendiri sendiri. Melalui Perpres Rencana Induk Riset Nasional ini riset disatukan dan agar riset menjadi satu kesatuan terlebih menyongsong 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045.

"Saya punya mimpi untuk menyatukan riset baik di kementerian, kelembagaan, universitas-universitas. Dengan adanya rencana induk ini saya yakin pengembangan riset akan menjadi semakin maksimal dan dapat memperkuat riset kita. Ada mimpi yang harus kita capai," ujar Mohammad Nasir dalam peresmian Gedung Mochtar Riady Social and Political Research Center.

Lebih lanjut diungkap Nasir, teknologi selalu melahirkan banyak manfaat namun juga tak jarang ada dampak negatif yang terlupakan untuk diketahui. Misalnya dampak negatif kecanduan telepon seluler.

"Ini belum ada risetnya. Apa saja dampaknya. Karena kalau sudah asyik dengan ponsel kita jadi cuek dengan lingkungan sekitar. Saya kira ini juga perlu dilakukan riset mengapa bisa demikian?" tutur Nasir.

Sumbangan gedung ini dinilai Menristekdikti sebagai investasi akhirat bagi Mochtar Riady. Di mana dengan adanya gedung ini banyak ilmu yang terus mengalir dan bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

"Ini sungguh bermanfaat. Ini membangun gedung di surga. Semoga dapat menginspirasi para konglomerat lainnya untuk dapat berkontribusi untuk memajukan dunia pendidikan. Terima kasih Pak Mochtar. Semoga adanya gedung ini makin memajukan riset di Indonesia," kata Mohammad Nasir.

Menristekdikti juga menantang UI agar bisa masuk menduduki peringkat 200 besar dunia. Saat ini UI menempati posisi ke-295.

"UI harus jadi universitas kelas dunia dan menembus peringkat 200 dunia. Bisa atau enggak? Saya tidak hanya menantang UI tapi juga ITB, UGM dan semua universitas negeri lainnya di Indonesia," tutur Mohammad Nasir.

Pusat untuk Sosial Humaniora Mochtar Riady Social and Political Research Center di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Dalam memasuki era disrupsi, pendidikan pun mengalami berbagai perubahan, baik dalam proses maupun perkembangannya. Indonesia pun mulai berlari untuk masuk dalam peta keilmuan dunia. Namun di dalam negeri sendiri. (Ati)