Gaya Hidup Agregasi    Sabtu, 04 Mei 2019 / 06:43 WIB

5 Minuman Ini Ampuh Turunkan Berat Badan

 

 

Sering Pakai Topi Sebabkan Kebotakan, Mitos atau Fakta?

TOPI bukan cuma dipakai untuk melindungi kepala dari kepanasan, tapi juga sering dijadikan pilihan untuk tampil modis, khususnya oleh kaum pria. Akan tetapi, keseringan pakai topi disebut-sebut juga menjadi salah satu penyebab kebotakan pada pria. Apa benar begitu? Simak faktanya berikut ini.

Anda mungkin punya teman yang sering bergaya dengan topi. Secara kebetulan, teman Anda tersebut memiliki rambut tipis atau bahkan cenderung botak. Kalau diperhatikan lagi, Anda mungkin juga pernah melihat beberapa tokoh film berambut botak yang kebetulan sering memakai topi dalam setiap adegannya.

Atas dasar inilah banyak orang berasumsi bahwa sering memakai topi memang menjadi salah satu penyebab kebotakan pada pria. Akan tetapi, apakah benar ada hubungannya?

Sejumlah peneliti asal Amerika Serikat, James Gatherwright dan timnya mencoba mengamati kebiasaan memakai topi pada pria dan wanita melalui dua penelitian yang berbeda. Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Plastic and Reconstructive Surgeons ini melibatkan 92 pria kembar identik dan 98 wanita kembar identik.

Meski kedua penelitian ini dilakukan secara terpisah, proses pengambilan sampelnya tetap sama. Para ahli sama-sama mengukur lama pemakaian topi dan kadar hormon testosteron pada pria dan wanita.

Hormon testosteron ini memegang peran penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seksual pria, sekaligus menentukan pertumbuhan rambut. Jika tubuh kekurangan hormon testosteron, maka hal ini dapat menyebabkan rambut botak atau rambut yang menipis seiring waktu.

Para ahli menemukan bahwa semakin lama pria memakai topi, mereka juga semakin cepat mengalami rambut rontok di bagian temporal alias kepala bagian samping. Di sisi lain, hal ini tidak terbukti dapat membuat rambut wanita jadi gampang rontok.

Beberapa pakar kesehatan lainnya, termasuk dr. Aman Samrao, seorang spesialis kulit di Harbor-UCLA Medical Center, Amerika Serikat justru mengungkapkan fakta sebaliknya. Menurut dr. Aman Samrao, penyebab kebotakan karena kebiasaan pakai topi hanyalah mitos belaka.

Kasus kebotakan pada pria dapat disebabkan oleh banyak faktor, artinya bukan hanya karena kebiasaan memakai topi semata. Salah satu penyebab yang paling umum adalah adanya hormon penyebab kebotakan yang disebut dengan dihidrotestosteron atau DHT. Hormon DHT ini bersifat genetik, artinya hanya pria yang punya hormon inilah yang akan mengalami kebotakan.

Namun, memang tidak menutup kemungkinan topi juga dapat menyebabkan rambut pria jadi gampang rontok dan cepat botak. Hal ini tergantung dari jenis topi dan seberapa lama Anda memakainya.

Rambut Anda bisa saja jadi botak atau menipis kalau Anda terbiasa memakai topi yang sangat ketat dan dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, rambut dan kulit kepala yang sering tertutup topi akan sulit bernapas karena kekurangan oksigen.

Topi yang terlalu ketat dapat menghalangi suhu panas keluar dari kepala. Akibatnya, aliran darah ke folikel rambut jadi terhambat dan memicu stres. Batang rambut pun lama-lama jadi melemah dan rontok satu per satu.


Kabar baiknya, rambut rontok atau tipis ini tidak akan selalu berakhir pada kebotakan, kok. Ya, kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara. Rambut bisa kembali tumbuh subur dan menguat setelah Anda melepas topi dan membiarkan rambut bernapas lega.

Sebetulnya, sah-sah saja kalau Anda ingin memakai topi saat pergi ke luar rumah. Apalagi kalau memang situasinya mengharuskan Anda memakai topi. Contohnya saat Anda harus kerja di lapangan, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, cuaca di luar sedang panas, dan sebagainya.


Akan tetapi, perhatikan lagi jenis topi yang Anda pakai. Supaya rambut Anda tidak cepat rontok, sebaiknya gunakan topi yang agak longgar supaya rambut Anda tetap bisa bernapas.

Bila sudah tidak diperlukan, sebaiknya segera lepas topi Anda agar rambut bisa bernapas lega. Dengan begitu, aliran darah ke folikel rambut Anda jadi lebih lancar dan mencegah kerontokan. (*)

 

BANYAK orang yang ingin menurunkan berat badan hanya memantau konsumsi makanan, tanpa memerhatikan apa yang diminum. Padahal, minuman juga berperan penting dalam mengontrol berat badan. Beberapa jenis minuman bahkan dianggap sebagai penurun berat badan karena manfaat yang dimilikinya.

Jenis minuman tertentu dapat meningkatkan laju metabolisme, mencegah rasa lapar, dan membuat Anda kenyang lebih lama. Berikut adalah berbagai minuman yang memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan


1. Air putih

Minum air putih membantu Anda mengurangi asupan minuman yang tinggi kalori, mengontrol nafsu makan, meningkatkan pembakaran lemak dan kalori, serta melancarkan pencernaan. Air putih juga terbukti dapat meningkatkan laju metabolisme hingga 24-30% selama 1-1,5 jam.

Orang yang rutin minum 500 ml air putih setengah jam sebelum makan, bahkan mengalami penurunan berat badan hingga sebesar 44% dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

Inilah sebabnya air putih merupakan salah satu minuman penurun berat badan yang amat disarankan untuk diet.

2. Teh hijau

Teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat meningkatkan pembakaran lemak sekaligus meningkatkan metabolisme. Kandungan katekin bahkan lebih tinggi pada teh hijau berbentuk bubuk yang dikenal sebagai matcha.

Selain menjadi minuman andalan penurun berat badan, teh hijau juga memberikan segudang manfaat bagi kesehatan. Mengonsumsi teh hijau secara rutin bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, serta obesitas.


3. Teh hitam

Teh hitam telah melewati rangkaian proses oksidasi yang lebih banyak sehingga warnanya menjadi lebih gelap dan rasanya menjadi lebih kuat. Minuman ini kaya akan antioksidan bernama flavonoid yang disinyalir membantu menurunkan berat badan.

Polifenol dalam teh hitam dapat merangsang penguraian lemak, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan, dan mengurangi asupan kalori.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 menemukan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi sumber flavonoid memiliki lemak tubuh yang lebih sedikit.


4. Smoothie buah

Berbeda dengan jus buah, smoothie adalah minuman penurun berat badan dengan kandungan serat yang jauh lebih tinggi.

Smoothie dibuat dengan cara mencampurkan buah-buahan dengan susu skim, susu almond, atau yoghurt. Bahan-bahan tersebut dihaluskan hingga tercapai tekstur yang diinginkan.

Pilihlah buah-buahan kaya serat seperti, pisang, blueberry, atau stroberi. Buah yang digunakan bisa dalam keadaan segar atau beku, sesuai selera. Bila Anda menginginkan smoothie yang lebih sehat lagi, Anda bisa menambahkan sayur-sayuran kaya serat.

5. Kopi hitam

Kopi mengandung kafein yang bersifat sebagai stimulan pada tubuh. Kandungan kafein pada kopi membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori, meningkatkan laju metabolisme, serta merangsang pembakaran lemak dengan lebih efektif.

Kopi hitam sebenarnya rendah kalori sehingga dapat dikonsumsi sebagai minuman penurun berat badan untuk diet. Kalorinya justru menjadi tinggi jika Anda mengonsumsi kopi yang telah ditambahkan sirup, whipped cream, susu tinggi lemak, atau pemanis buatan.

Tanpa disadari, minuman dapat menyumbangkan kalori yang cukup besar. Minuman tinggi kalori biasanya mengandung pemanis buatan tanpa diimbangi nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, Anda tidak kunjung berhasil menurunkan berat badan Anda.

Kini, Anda dapat menyiasatinya dengan mengonsumsi beragam minuman penurun berat badan di atas. Lengkapi rutinitas diet Anda dengan aktivitas fisik yang cukup agar kesehatan tubuh Anda tetap terjaga meski berat badan menurun. (*)