Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 03 Mei 2019 / 19:40 WIB

Ditjen KA Gencarkan Sosialisasi Selamat di Perlintasan

SRAGEN, KRjogja.com - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan melakukan kegiatan sosialisasi dan stimulan Gerakan Nasional Selamat di Perlintasan Kereta Api (KA). Kegiatan berlangsung di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jetak Kecamatan Sidoarjo, Sragen, Jumat (3/5).

Aksi Gerakan Nasional Selamat di Perlintasan Kereta Api ini didasari tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Data dari PT KAI, pada tahun 2018 jumlah korban kecelakaan di perlintasan sebanyak 395 kejadian. Korban meninggal sebanyak 59 jiwa dan luka ringan 77 orang serta luka berat 109 orang. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api, yang dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan masing-masing," ujar Kasubdit Audit dan Inspeksi Keselamatan Direktorat Perkeretaapian, FJ Arisman Harefa usai acara.

Sosialisasi dan launching Gerakan Nasional Selamat di Perlintasan Kereta Api dilakukan di Sidoarjo Sragen karena lokasinya tergolong rawan kecelakaan. Belum lama ini dalam satu hari terjadi dua kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor dan KA. 

Menurut Arisman, mengingat banyaknya desakan masyarakat pihaknya akan mengusulkan palang pintu di perlintasan sebidang Desa Jetak. "Kalau Undang-undang Perkeretaapian memang semua perlintasan sebidang harus ditutup. Tapi akan kami usulkan perlintasan palang pintu, karena ini dobel trek, berbahaya," jelasnya.

Arisman berharap masyarakat bisa lebih tertib berlalulintas. Utamanya kepada generasi muda agar tidak main-main di perlintasan KA. Pihaknya juga menyambut positif usulan adanya petugas penjaga perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang dibiayai dari daerah. Seperti mengoptimalkan kinerja Linmas. "Masyarakat perlu memahami kereta itu angkutan massal, jadi kalau lewat perlintasan bersabar sedikit. Lebih baik menunggu beberapa menit asalkan selamat," tandasnya.

Sementara itu Manager Rel Jalan Jembatan Daop VI Yogyakarta Bondan Muntiliya menyampaikan, di area Daop VI terdapat 505 perlintasan sebidang KA. Dari jumlah tersebut sudah ditutup 36. "Dari total 505 perlintasan tanpa penjaga yang liar 70 titik. Sementara dari  Purworejo sampai Kedung Banteng (Ngawi) serta Solo-Gundih 36 titik telah kami tutup," tandasnya. (Sam)