Peristiwa Editor : Ivan Aditya Kamis, 02 Mei 2019 / 15:36 WIB

OJK Hadirkan Program Simpel Day

JAKARTA, KRJOGJA.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong tingkat inklusi keuangan melalui kegiatan Hari Simpanan Pelajar (Simpel Day) 2019 dan Seminar 'Digital Disruption; Banking for The Future' di Jakarta, Kamis (02/05/2019).

Kegiatan SimPel Day diharapkan semakin menumbuhkan budaya menabung bagi pelajar Indonesia dan meningkatkan inklusi keuangan kaum muda serta mengarahkan industri jasa keuangan agar mengikuti dan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperluas akses keuangan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan kegiatan SimPel Day merupakan rangkaian acara dalam menyambut Hari Indonesia Menabung dan sejalan dengan penerapan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Sejak diluncurkan pada tahun 2014, Program SimPel/SimPel iB saat ini telah diikuti 304 bank yang terdiri dari 20 Bank Umum, 11 Bank Umum Syariah, 24 Bank Pembangunan Daerah dan 249 Bank Perkreditan Rakyat/Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dengan jumlah rekening hingga akhir tahun 2018 sebanyak 17.007.508 dengan nominal sebesar Rp6,64 triliun.

"Adanya kegiatan SimPel Day diharapkan semakin menumbuhkan budaya menabung bagi pelajar Indonesia serta mendorong terwujudnya kepemilikan rekening bagi seluruh pelajar di Indonesia. Simpel kita buat untuk menarik dan mempermudah siswa mulai menabung sehingga  melatih mereka mulai mengelola keuangan sejak dini dan merencanakan masa depannya," kata Wimboh.

Program tersebut dihadiri Menko Perekonomian Darmin Nasution dan para pimpinan Industri Jasa Keuangan serta sekitar 1.500 pelajar dari perwakilan sekolah di wilayah Jakarta yang ikut dalam ikrar Aksi Pelajar Indonesia Menabung secara serentak di seluruh Indonesia. Ikrar tersebut merupakan simbolisasi komitmen dan semangat para pelajar untuk melaksanakan budaya menabung sejak dini serta mendukung Aksi Indonesia Menabung.

OJK juga menggelar seminar 'Digital Disruption; Banking for The Future' untuk mendiskusikan perkembangan pesatnya teknologi digital di industri jasa keuangan dikaitkan dengan program inklusi keuangan. “Perkembangan teknologi digital harus terus dicermati industri jasa keuangan agar dapat memanfaatkannya untuk pengembangan layanan dan meningkatkan manajemen risiko. Pemanfaatan inovasi teknologi informasi dan komunikasi di sektor jasa keuangan dapat memperluas jangkauan layanan sektor jasa keuangan, sehingga mendukung program Inklusi Keuangan khususnya bagi unbanked people dan masyarakat di daerah terpencil," jelas Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida.

OJK dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di industri jasa keuangan telah mengeluarkan sejumlah aturan seperti POJK No. 12/POJK.02/2018 terkait digital banking. OJK juga membentuk satuan kerja khusus yang bertugas melakukan penelitian dan pengembangan inovasi keuangan digital serta memberikan wawasan dalam mengantisipasi perkembangan teknologi yang kian pesat di industri jasa keuangan. (Ira)