Kisah Inspiratif Editor : Agung Purwandono Kamis, 02 Mei 2019 / 07:15 WIB

Reza Aldo, Kisah Tunda Kuliah sampai Gugat UU ke MK

YOGYA, KRJOGJA.com - Biaya akses kuliah yang tidak terjangkau, memaksa Reza Aldo Agusta memilih mengumpulkan pundi-pundi rupiah selama tujuh tahun demi menghidupi keluarganya dan menabung untuk meraih cita-citanya.

Reza Aldo, anak muda kelahiran 1993 ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta. Saat ini ia baru memasuki semester 4. Perjuangannya untuk mendapatkan pendidikan penuh perjuangan.

Selepas lulus dari  SMAN 1 Sukatani, Purwakarta pada 2010 ia bekerja serabutan untuk bertahan hidup sekaligus ikut menopang kebutuhan keluarganya. Ia tinggal bersama ibunya Aisyah (51), kakak Dennis Ritchie (29 dan Tegar Pribadi (15), adiknya. Ayahnya sudah meninggal sedang ibunya adalah ibu rumah tangga.

"Saya dan kakak saya saling membantu menghidupi keluarga," kata Reza Aldo Agusta saat berbincang dengan KRjogja.com.

Tahun 2012 ia mulai bekerja sebagai operator mesin las di sebuah pabrik otomotif hingga tahun 2015. Hasil bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang saat itu sudah tinggal di Mungkid, Magelang.

Impiannya untuk melanjutkan kuliah terus ia pendam, hingga di tahun 2017 ia diterima di UAJY dengan keringanan biaya. "Tidak mudah juga prosesnya saya harus pinjam uang sebagian dan dapat keringanan khusus," tuturnya.

Tidak hanya itu, Reza masih harus mencicil uang gedung tempat kuliahnya sebesar 1,8 juta perbulan selama tiga bulan. Dalam ketakutan ketidakmampuan membayar uang kuliah di semester selanjutnya, Reza kemudian mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Pemilik IPK 3,72 dan peraih Best Male Player Senior pada The 6th Esta International 2017 serta Medali Emas The 6th Esta International 2017 Taekwondoin ini sedikit lega karena biaya kuliahnya sudah tercukupi.

Namun, itu belum menyelesaikan masalahnya, karena ia juga harus memenuhi kebutuhan keluarga. Di sela mengejar cita-citanya menjadi pengacara, ia bekerja sebagai driver ojek online. Untuk menghemat biaya, ia memilih nglaju Magelang-Jogja.

Sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Hukum, pada semester tiga menemukan kejanggalan pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 Pasal 4 Ayat 2 tentang Perdagangan Pendidikan dalam mata kuliah hukum dagang. Secara tidak sengaja Reza kemudian bertemu Damian Agata Yuvens seorang pengacara dan dibantu mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

"Saya latar belakang dari mahasiswa hukum jadi saya pengin punya andil untuk mengubah karena saya merasa gak bisa pun karena hal ini. Saya ingin menyampaikan bahwa orang lain yang seperti saya, banyak orang tua yang kesulitan mengkuliahkan anaknya karena biaya yang tidak terjangkau," tutur Reza kepada krjogja.com menceritakan alasannya pada Sabtu, (27/04/2019).

Menurut Reza, Pasal 4 ayat 2 Undang-undang Perdagangan yang digugat berpotensi terjadinya komersialisasi pendidikan. Padahal pendidikan pada hakikatnya bersifat nirlaba, tapi dalam Undang-undang ini sifatnya untuk meraih keuntungan atau kompensasi.

"Harapannya pendidikan bisa jadi murah bisa diakses oleh semua orang, gak cuma kalangan atas aja tapi orang tidak mampu juga dapat mengakses karena Indonesia ingin menjadi negara maju jadi pendidikan adalah hal yang penting karena tolak ukur negara maju adalah pendidikan yang merata dan pendidikan yang baik," tandasnya. (KRA-10)