Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 01 Mei 2019 / 19:10 WIB

Peralatan Terbatas, Tak Semua Desa Selenggarakan E-Voting

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Keterbatasan peralatan dan sumber daya maunusia, pelaksanaan voting elektronik atau E-voting urung dilaksanaan di seluruh desa penyelenggara Pilkades serentak yang direncanakan dilakukan Juni nanti. Dari 229 sembilan Pilkades, hanya sebagian saja yang akan menerapkan E-voting. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, Selasa (30/4/2019) malam mengatakan, hanya kecamatan Mojosongo saja yang seluruhnya akan menerapkan E-voting, yakni sebanyak 9 desa. Sementara untuk 21 kecamatan lain akan dipilih masing-masing dua desa untuk E-voting. Sehingga total desa penyelenggara e-voting sebanyak 51 desa dari 229 desa yang melakukan Pilkades. 

Diketahui sejak beberapa tahun terakhir ini, mekanisme pemilihan dalam Pilkades di Boyolali sudah menerapkan e-voting dengan peranhkat komputer dan teknologi informasi. 

"Dalam Pilkades serentak nanti, sebagian besar mekanisme pemilihan dalam Pilkades nanti masih manual," katanya. 

Saat ini, tahapan Pilkades serentak masih dalam proses pendataan Data Pemilih Sementara atau DPS. Sementara pendaftaran calon Cakades belum dibuka. 

Untuk Pilkades serentak nanti, imbuhnya, akan ada beberapa perbedaan dengan sebelumnya. Diantaranya jumlah TPS yang sebelumnya hanya satu, akan dibuat lebih dari satu dan berjumlah ganjil. Hal itu untuk mensiasati penentuan pemenang bila terjadi perolehan suara yang sama atau draw diantara cakades. Artinya, jumlah kemenangan di TPS akan menjadi faktor dalam menentukan pemenang. (Gal)