Ragam Editor : Agus Sigit Selasa, 30 April 2019 / 18:10 WIB

Serem!...Umpan Pancing Dilempar, eh..Genderuwo yang Keluar

MEMANCING adalah hobi Sukro (nama yang disamarkan). Ia senang sekali memancing dan sudah banyak tempat yang dikunjungi, mulai dari tempat pemancingan biasa, sungai hingga pantai di wilayah sekitar DIY dijelajahinya. Selama ini, setiap kali memancing ia selalu mendapat hasil cukup lumayan. Terkadang memperoleh hasil pancingan ikan yang berukuran sedang, bahkan tak jarang juga berhasil membawa pulang ikan ukuran besar.

Suatu hari Sukro menyiapkan alat pancing seperti biasanya. Rencananya dia ingin memancing di sisi selatan Jembatan Sungai Progo yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Kulonprogo dengan Kabupaten Bantul. Alat pancing dan kendaraan sudah siap semua. Pada tengah malam, Sukro pun melaju dengan kendaraannya menuju sasaran yang dituju. Setibanya di tempat yang dimaksud, Sukro langsung mempersiapkan semuanya. Setelah memasang umpan, langsung dilemparkannya kearah titik target pancingannya.

Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, lama sekali Sukro menunggu umpan tersebut dimakan sasaran targetnya, tapi belum ada tanda–tanda ada ikan yang menghampiri. Tidak biasanya Sukro mengalami kejadian tersebut. Padahal biasanya hanya menunggu tak kurang 10 menit, Sukro langsung mendapatkan ikan.

Tiba–tiba dari kejauhan pas dekat umpan yang dia lempar, ada sesuatu yang sangat mengherankan Sukro. Muncul semacam air mancur dari dasar sungai, yang semakin lama semakin besar. Dikarenakan penasaran, Sukro pun mendekatinya. Tidak surut air mancur tersebut, justru ketika didekati Sukro semakin tambah besar dan …tiba-tina muncul makhluk berperakan tinggi besar menyerupai gendruwo. Matanya melotot ke arah Sukro. Karena ketakutan, Sukro langsung lari terbirit–birit, bahkan alat pancingnya ditinggalkan begitu saja.

Kejadian tersebut baru pertama dialami Sukro selama ia mancing kemana-mana. Namun hal itu tak menyurutkan hobi mancingnya. Ia terus melakukannya, sekalipun waktu ia hanya memilih pagi hingga sore. Sukro tak berani lagi memancing sampai tengah malam. (Dwi Cahya)