Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 30 April 2019 / 15:20 WIB

Mengaku 'Letkol', Embat Enam Ponsel

PURBALINGGA, KRjogja.com - Topan alias Suroso dibekuk petugas Polsek Purbalingga, Sabtu (20/4/2019), lalu. Laki-laki warga Rajapolah Tasikmalaya yang berdomisili di Desa Padamara Purbalingga itu berurusan dengan polisi setelah membawa kabur enam unit telepon genggam dari sebuah gerai milik Heriyanto di Purbalingga sehari sebelumnya.

"Kerugian korban Heriyanto sebesar Rp 11.700.000," tutur Kapolsek Purbalingga AKP Bagyo, dalam pers conference di Mapolres Purbalingga, Senin siang (30/4/2019).

Bagyo yang didampingi Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto menjelaskan, tersangka mendatangi gerai ponsel milik korban Heriyantodan membeli enam unit telpon genggam. Topan meminta Heriyanto mengantar ponsel itu ke pos jaga Satpol PP di kompleks rumah jabatan Wakil Bupati Purbalingga. Heriyanto bersedia mengantar ponsel itu karena penampilan pelaku yang necis dan mengaku sebagai calon anggota legislatif (caleg).

"Kepada petugas Satpol PP, Topan mengaku anggota TNI AD berpangkat Kolonel dan berdinas di Korem. Sehingga petugas itu menurut saja ketika disuruh pergi membeli air mineral," ujar Bagyo.

Setelah Heriyanto datang dan menyerahkan ponsel yang dibelinya,  tersangka menyuruh korban ke sebuah bank untuk menerima pembayaran dari bendahara pelaku. Tanpa curiga, Heriyanto meninggalkan pelaku dengan ponselnya dan pergi ke bank. Ternyata bank itu tutup. Dan ketika kembali ke pos jaga, pelaku sudah kabur.

Selain melapor ke Polsek Purbalingga, Heriyanto juga menghubungi semua gerai telepon genggam di wilayah Purbalingga dan Banyumas. Sehingga pelaku bisa ditangkap ketika hendak menjual ponsel itu di sebuah gerai di Ajibarang, Banyumas.

Pelaku kini meringkuk di sel Mapolres Purbalingga. Polisi juga menyita pula barang bukti berupa tiga unit ponsel, KTP, satu unit mobil dan uang tunai Rp 5.100.000. "Pelaku dijerat pasal 378 Subsider pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara," tutur Subagyo.  (Rus)