Hiburan Editor : Agung Purwandono Minggu, 28 April 2019 / 07:31 WIB

Malam Ini Pentas 'Gogrog' di Pendapa Art Space

YOGYA, KRJOGJA.com - Naskah sandiwara “Gogrog” karya Indra Tranggono akan dipentaskan Teater Muara Yogyakarta dengan sutradara Luwi Darto, Minggu (28/4) pukul 19.30, di Pendhapa Art Space, Ring Road Selatan Bantul, DIY. Pementasan berdurasi sekitar 90 menit ini mengisahkan isu ketidakadilan yang menimpa kaum perempuan. Ceritanya berlatarbelakang kasus hukuman mati yang dihadapi  tenaga kerja wanita (TKW). 
 
Digarap dengan gaya tragedi-komedi satire, “Gogrog” menyodorkan renungan dan hiburan untuk khalayak.  Pergelaran yang didukung Dinas Kebudayaan DIY dan Pendhapa Art Space ini untuk umum dan gratis.  Dipersiapkan sekitar tiga bulan, “Gogrog” sebelumnya pernah digelar dalam bentuk dramatic reading (20/3) di Yogyakarta. 
 
Indra Tranggono, supervisor pementasan ini mengatakan, naskah “Gogrog” ditulis dengan semangat keprihatian atas nasib kaum perempuan yang terpinggirkan oleh ketidakadilan struktural dan sosial-ekonomik. Khususnya para TKW yang harus mempertaruhkan kehormatan dan nyawanya demi mengubah nasib.
 
 “Ada tokoh Lastri, seorang TKW yang diperkosa oleh majikannya. Demi mempertahankan kehormatannya, Lastri melawan hingga sang majikan terbunuh. Bukannya mendapatkan keadilan, namun ia justru dihukum mati,” ujar Indra.
 
Dikatakan Indra, naskah ini ditulis dengan bahasa Jawa. Tujuannya adalah memperkuat bahasa Jawa baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam ekspresi estetik. Selain itu juga bertujuan mendekatkan bahasa Jawa bagi generasi milenial. “Agar mereka yang berasal dari etnis Jawa semakin bangga menggunakan bahasa Jawa,” tambahnya. Adapun bahasa Indonesia hanya digunakan sekitar lima persen.
 
Sutradara Luwi Darto mengatakan “Gogrog” digarap dengan konsep tragedi-komedi satire, di mana realisme menjadi basisnya. “Ini lakon tragedi yang pada beberapa bagian memunculkan kegetiran. Sehingga penonton bisa merenung dan tertawa sekaligus,” ujar sarjana teater lulusan ISI Yogyakarta itu.
 
“Gogrog” didukung para pemain teater lintas generasai. Mereka adalah Khocil Birawa, Chandra Nilasari, Elyandra Widharta, Syam Chandra, Titik Suharto, Teteh Dayatami, Gita Gilang, Luwi Darto, Yan Jangkrik, Seteng Agus Yuniawan dan Nunung Rita En. Adapun tata cahaya digarap Lintang Radittya, musik (Fajar Chothit), koreografi (Gita Gilang), tata artistik (Ade Cluring) dan kostum (Rully Ismada). Stage manager Khocil Birawa.