DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 26 April 2019 / 15:45 WIB

Waspada Kebakaran, 3 Menit Api Tak Padam Laporkan!

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga diminta waspada dengan potensi bahaya kebakaran memasuki musim kemarau saat ini. Kecepatan masyarakat untuk melaporkan kejadian kebakaran masih lambat sehingga kebakaran sudah terlanjur meluas dan membutuhkan penanganan yang lebih lama untuk memadamkan.

“Seharusnya, jika dalam waktu tiga menit api tidak bisa dipadamkan, maka harus segera melapor ke dinas kebakaran,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta Isharyanto, Kamis (24/4) seperti dilansir dari Harianmerapi.com.

Menurut dia, masyarakat biasanya berusaha semaksimal mungkin terlebih dulu untuk memadamkan api dengan berbagai cara sehingga membutuhkan waktu lebih dari tiga menit, dan saat api sudah semakin membesar serta sulit diatasi, baru menelepon ke dinas kebakaran untuk meminta bantuan pemadaman.

“Kami berharap, jika dalam waktu tiga menit api tidak bisa dipadamkan, baik itu kebakaran besar atau kecil, maka seharusnya langsung menelepon ke dinas kebakaran agar kebakaran tidak semakin meluas,” katanya seperti dilansir Antara.

Saat ini, Isharyanto mengatakan, sedang mencari formula agar pelaporan dari masyarakat bisa dilakukan lebih cepat dan mudah. “Memang sudah ada Jogja Smart Service (JSS) untuk laporan kegawatdaruratan. Tetapi, masih ada kelemahannya karena laporan dari JSS tidak langsung diterima dinas,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta memiliki nomor telepon kegawatdaruratan khusus yaitu 113 tetapi kemudian dinonaktifkan karena banyak disalahgunakan oleh masyarakat dengan telepon iseng. “Saat ini, laporan bisa disampaikan melalui telepon di nomor 587101. Itu langsung ke posko,” katanya.

Sebagian besar kejadian kebakaran di Kota Yogyakarta disebabkan oleh korsleting arus listrik akibat instalasi listrik yang tidak baik. “Kami sedang berupaya untuk melakukan pendekatan ke PLN guna memberikan pemahaman atau edukasi ke masyarakat terkait instalasi listrik yang aman sebagai upaya antisipasi kebakaran,” ungkapnya.

Sejauh ini, Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta hanya memberikan rekomendasi terkait proteksi kebakaran yang harus tersedia di sebuah bangunan, tetapi tidak sampai ke sistem instalasi listriknya.

Sementara itu, untuk response time atau kecepatan armada pemadam kebakaran sampai ke lokasi kejadian, lanjut Isharyanto, masih sesuai dengan ketentuan yaitu kurang dari 15 menit.

“Sepadat apapun kondisi lalu lintas di Yogyakarta, armada bisa sampai ke lokasi kurang dari 15 menit,” katanya. (*)