Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 26 April 2019 / 20:43 WIB

CIMB Niaga Bukukan Laba Bersih Rp944 Miliar


JAKARTA, KRJOGJA.com -  PT Bank CIMB Niaga Tbk melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp944 miliar pada kuartal pertama tahun 2019 (“1Q19”), naik sebesar 7,6% year-on-year (“Y-o-Y”), menghasilkan earnings per share Rp37,87.
Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan non bunga atau Non-Interest Income (“NoII”) yang naik sebesar 4,0% menjadi Rp1,03 triliun, serta penurunan pada biaya kredit sebesar 19 bps, dari 1,79% menjadi 1,60%. Rasio Loan Loss Coverage (“LLC”) CIMB Niaga berada di level yang aman sebesar 113,8%.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan mengatakan, “Kinerja CIMB Niaga pada kuartal I 2019 (“1Q19”) menunjukkan peningkatan yang stabil dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pendapatan operasional naik 1,1% Y-o-Y, dengan kontribusi terbesar dari pendapatan non bunga atau Non-Interest Income (“NoII”). Biaya pencadangan mengalami penurunan sebesar 16,2% Y-o-Y, sejalan dengan kondisi perekonomian yang terus mengalami perbaikan, sehingga menghasilkan pertumbuhan laba bersih sebesar 7,6% Y-o-Y menjadi Rp944 miliar.” 
Dengan total aset mencapai Rp262,82 triliun per 31 Maret 2019, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset. 
“Strategi yang kami ambil untuk fokus pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (“KPR”) dan Kredit Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) terus menampakkan hasil, dengan angka pertumbuhan masing-masing 13,1% dan 8,1% Y-o-Y. Sementara kredit Korporasi dan Komersial tumbuh secara kumulatif sebesar 5,1% Y-o-Y. Hasilnya, total penyaluran kredit tumbuh 5,0% Y-o-Y menjadi Rp187,99 triliun," jelas Tigor. 
Total penghimpunan dana pihak ketiga (“DPK”) tercatat sebesar Rp190,56 triliun dengan rasio CASA sebesar 53,7%. Adapun Tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 2,8% Y-o-Y, sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.
Di segmen perbankan Syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (“CIMB  Niaga Syariah”) mencapai Rp28,04 triliun (+61,1% Y-o-Y) dengan DPK sebesar Rp26,52 triliun (+51,0% Y-o-Y) per 31 Maret 2019. CIMB Niaga Syariah adalah bank syariah terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. 
Capital Adequacy Ratio (“CAR”) CIMB Niaga tercatat sebesar 20,37% per 31 Maret 2019, meningkat 124 bps Y-o-Y. CIMB Niaga menjadi bank pertama yang naik kelas ke Bank Umum Kegiatan Usaha (“BUKU”) 4, yang merupakan kategori bank tertinggi dari sisi modal inti (Tier-1) berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

“Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar 15 April 2019, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai setinggi-tingginya 20% atau sebesar-besarnya Rp696,5 miliar dari laba bersih CIMB Niaga Tahun 2018. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan pada 15 Mei 2019,” Tigor menambahkan. 
Ke depan, CIMB Niaga akan terus fokus memperbesar bisnis Consumer dan UKM, meningkatkan CASA serta memperkuat proposisi bisnis Syariah dan penawaran produk Syariah.  (*)