Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 26 April 2019 / 18:10 WIB

Caplok Royal Bank, BCA Siapkan Rp2,8 T

JAKARTA, KRJOGJA.com - Presiden Direktur BCA. Jahja Setiaatmadja menegaskan, rencana Bank Central Asia  (BCA) untuk mengakuisisi PT Royal Bank, masih menunggu persetujuan dalam  rapat umum pemegang saham (RUPS) dan juga persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

“Sebagai perusahaan yang sudah go publik,  bila mengambil suatu keputusan harus persetujuan RUPS dulu,” kata — Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Kamis (25/4).

Meskipun ada keputusan final untuk akuisisi  Royal Bank, namun BCA telah menyediakan dana sebesar Rp 2 8 triliun. “Kami sudah persiapkan dana Rp 2,8 triliun bila jadi untuk akusisi,” tegasnya.

Ketika ditanya biaya akuisisi Royal Bank itu, sementara bank tersebut hanya BUKU I, Jahja mengatakan, soal harga mahal tidaknya bank yang akan diakuisisi tersebut, sangat relatif. Karena banyak bank kecil yang harganya jauh lebih tinggi 2-3 kali lipat, dan bahkan ada yang lebih tinggi  4 kali lipat.“Ini sama seperti mau meminang seorang anak gadis, maharnya beda beda, kita lihat bibit bibot bebetnya. Bila maharnya mahal itu relatif kalau mau bayarnya tinggi,” tegasnya.

Jahja tidak bersedia menjelaskan, nantinya Royal Bank ini akan fokus ke segmen mana bila telah diakuisisi.
“Kalau sudah akuisisi, baru kita jelaskan Royal Bank nantinya fokusnya kemana, “tegasnya.

Laba BCA

Menyinggung tentang laba BCA pada triwulan l 2019  mencapai Rp 6,1 triliun atau meningkat 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang mencapai  Rp 5.5 triliun.
 Pendapatan laba tersebut ditopang  dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya,. tumbuh 13,7  persen menjadi Rp 16.7 triliun pada triwulan I 2019 dibandingkan Rp 14.7 triliun pada tahun sebelumnya. 

Dengan rincian pendapatan bunga bersih meningkat 11,2 persen menjadi Rp 12 triliun, sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 20.7 persen menjadi Rp 4.7 triliun pada triwulan l 2019. “ Laba triwulan l 2019  mencapai Rp 6,1 triliun atau meningkat 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang mencapai  Rp5.5 triliun,” kata Jahja.

Sedangkan untuk kredit BCA pada  triwulan l 2019 portofolio kredit meningkat 13,2 persen menjadi Rp532 triliun.  Kredit pada segmen korporasi sebesar 15,8 persen  menjadi Rp 207,8 triliun dan komersial & UKM yang meningkat 14,7 persen menjadi Rp 184,7 triliun.kredit konsumer tumbuh 7.7 persen menjadi Rp 139,7 triliun. Pada segmen konsumer. KPR tumbuh 11.3 persen menjadi Rp 86.5 triliun dan KKB (termasuk entitas anak) meningkat 0.4 persen menjadi Rp 48 triliun di triwulan I 2019.

Pada periode yang sama. outstanding kartu kredit tumbuh 9 persen menjadi Rp 12.9 triliun. .Rasio kredit bermasalah (NPL) berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima pada level 1.5 persen.
Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat pada level yang memadai sebesar 171.4 persen. Adapun dana pihak ketiga ( DPK) mencapai Rp 629.61riliun atau meningkat sebesar  7, 9 persen.

Pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar 7.2 persen menjadi Rp 483.7 triliun, berkontribusi 76.8 persen terhadap total dana pihak ketiga. Deposito naik 10.1 persen menjadi Rp 145.9 triliun. (Lmg)