Olahraga Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 25 April 2019 / 18:41 WIB

Kraton Yogya - BIG adakan Royal Sand Dunes Geospatial Run 2019

JAKARTA.KRJOGJA.com - Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Kraton Yogyakarta menggelar ajang lomba lari bertajuk ‘The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019’. 

Kegiatan ini dalam rangka Hari Informasi Geospasial 2019 dan bertepatan dengan 50 tahun usia BIG di tahun 2019, serta sebagai langkah untuk memperkenalkan keelokan lokasi pariwisata di Indonesia. 

Acara The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019 berlokasi di gumuk pasir dan tepi Pantai Parangtritis, Yogyakarta yang akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2019. Event ini menawarkan sensasi lari unik pertama di Indonesia, dimana peserta bakal menjajal medan lari yang tidak biasa yaitu berlari di gundukan pasir Pantai Parangtritis.

Gumuk Pasir Parangtritis merupakan satu-satunya bukit pasir yang terluas di Asia Tenggara. Area Pantai Parangtritis memiliki bukit pasir besar yang disebut Gumuk Pasir Parangtritis. 

Fenomena alam yang unik ini pun harus dipromosikan secara luas guna menginformasikan tujuan wisata baru yang layak dikunjungi ketika berada di Yogyakarta, bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain itu untuk dapat menjaga gumuk pasir akan selalu ada sebagai fenomena alam yang unik.

"Tak sekedar keceriaan saja, melalui ajang lomba lari ini, kami pun ingin mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat, seimbang dan penuh semangat tinggi,” ujar Kepala BIG, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc di Jakarta, Kamis (25/04/2019).

Hasanuddin menambahkan, sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pemetaan seluruh wilayah Indonesia, ajang lomba lari ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kiprah BIG ke masyarakat. "Kami yakin masih banyak yang tidak tahu kiprah BIG, untuk itulah kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat, bahwa kami telah hadir selama 50 tahun di Indonesia," ujarnya.

Ajang ‘The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019’ ini pun mendapatkan dukungan dan apresiasi dari para pemangku kepentingan, termasuk Kraton Yogyakarta. Ajang ini sudah mendapatkan restu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengingat gumuk pasir ini merupakan tanah milik Kraton Yogyakarta (Sultan Ground). 

Selain itu, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, yang biasa dipanggil Kanjeng Wiro, juga merasa antusias dapat mendukung ajang lari yang mengangkat potensi wisata di Yogyakarta ini. "Kami gembira dapat bekerjasama dengan BIG untuk menggelar ajang lomba lari yang merupakan kegiatan positif dengan banyak manfaat, kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan," katanya.

Menurutnya, event Ini merupakan salah satu bagian promosi untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, khususnya untuk menikmati keindahan Pantai Parangtritis. "Harapannya dengan diselenggarakannya ajang ‘The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019’ ini dapat menjadi gerbang terbukanya potensi sosial ekonomi di bidang industri dan kepariwisataan," kata Kanjeng Wiro.

The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019 merupakan lomba lari yang menghadirkan keunikan dengan lintasan lari dengan rute 80% road aspal/semen melewati jalan raya dan jalan desa di sekitar Parangtritis. Rute lainnya melewati pantai dan gumuk pasir serta lorong cemara dengan 3 kategori lomba yaitu 6K, 10K dan 21K. 

Untuk pendaftaran sendiri telah dibuka sejak bulan April hingga akhir bulan Agustus 2019 mendatang, yang dapat dilakukan secara online di website http://sanddunesrun.id/. Untuk biaya pendaftarannya sendiri adalah Rp. 250.000 (6K);  Rp. 350.000 (10K) dan Rp. 500.000 (21 K). (Imd).
.