DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 25 April 2019 / 13:51 WIB

Resahkan Warga, 14 PSK di Sleman Terjaring Razia


SLEMAN, KRJOGJA.com - Sebanyak 14 orang Pekerjaan Seks Komersial (PSK) diamankan oleh petugas gabungan Sat Pol PP, Kepolisian dan TNI dalam operasi Penyakit Masyakarat (Pekat). Mereka diamankan di dua lokasi yang berbeda dibeberapa wilayah, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Rabu (23/04/19) malam.

Kabid Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP DIY, Lilik Andi Aryanto mengungkapkan operasi tersebut bertujuan dalam rangka menciptakan kondisi tertib dan teratur terlebih lagi menjelang bulan Ramadan yang akan jatuh sebentar lagi. Diharapkan pada saat menunaikan puasa, masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan baik khususnya umat muslim yang ada di Yogyakarta.

"Operasi ini sekaligus menegakkan Peraturan Daerah tentang ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat sekitar," kata Lilik saat ditemui kantor Satpol PP DIY, Kamis (25/04/19).

Lilik menambahkan bahwa operasi tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari aduan masyarakat yang merasa resah, terutama di wilayah Janti, atau yang cukup dikenal dengan 'Gang Buntu'. Lokasi selanjutnya kedua yakni di daerah Babarsari, atau lebih dikenal dengan '8A'.

Di lokasi yang berada di Babarsari, lanjut Lilik, petugas membawa setidaknya 10 orang wanita yang telah dilalukan penggledahan di lokasi, setelah digeledah ternyata mereka membawa alat kontrasepsi (kondom). Sedangkan di wilayah Janti, petugas mengamankan 4 orang wanita. 

"Di gang buntu, selain menemukan belasan alat kontrasepsi, petugas juga menemukan senjata tajam jenis golok. Senjata tajam tersebut ditemukan di dalam kamar," lanjut Lilik.

Untuk prosesnya, tambah Lilik, mereka semua nantinya pada hari Jumat (besok) rencananya akan dilakukan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Mereka terbukti melanggar Perda no 18 tahun 1954 dan Perda no 2 tahun 2017 dengan ancaman maksimal 50 juta atau kurungan maksimal 3 bulan. (Ive)