Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 25 April 2019 / 21:31 WIB

Kuartal I/209, BRI Kumpulkan Laba Rp8,2 T

JAKARTA, KRJOGJA.com — Selama kuartal I tahun 2019,  Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 8,20 triliun.  Laba ini  meningkat 10,42 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Adapun yang menjadi pendorong laba  BRI yakni perolehan Fee Based Income (FBI) sebesar  Rp 3,14 triliun atau tumbuh 16,49 persen  dari tahun lalu yang mencapai Rp 2,69 Triliun. 
Untuk rasio perbankan lainnya, tercatat LDR BRI hingga akhir Maret 2019 yakni 91,39 persen dengan CAR 21,91 persen.

“Dengan rasio yang cukup kuat tersebut kami optimistis mampu tumbuh positif dan berkelanjutan hingga mampu mencapai target target yang telah ditetapkan di akhir tahun,” kata Direktur Utama Bank BRI Suprajarto pada pemaparan kinerja BRI Triwulan I 2019  di  Jakarta, Rabu (24/4).

Sedangkan aset BRI  mencapai Rp 1.279,86 triliun atau tumbuh 14,35 persen. Untuk penyaluran kredit, hingga akhir Maret 2019, penyaluran kredit BRI tercatat sebesar Rp 855,47 triliun atau tumbuh 12,91 persen dibanding penyaluran kredit pada akhir Maret 2018 yakni sebesar Rp 757,68 triliun.

Bila dirinci lebih lanjut, kredit mikro tumbuh 13,17 persen kredit konsumer tumbuh 9,6 persen, kredit ritel dan menengah tumbuh 13,47 persen serta kredit korporasi tumbuh 14,15 persen.
Adapun kredit mikro masih menjadi porsi terbesar penyaluran kredit BRI dengan sharing mencapai 33,21 persen dari seluruh portofolio pinjaman, angka ini naik dibandingkan dengan posisi Maret tahun lalu sebesar 33,13 persen.

Khusus untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), di tahun 2019 Bank BRI mendapatkan alokasi breakdown dari Pemerintah sebesar Rp 86,97 triliun. Hingga akhir Maret 2019, BRI berhasil menyalurkan Rp 25,32 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur atau setara 29,11 persen dari total target yang telah ditetapkan.

Rasio kredit bermasalah ( NPL) sebesar 2,41 persen  atau lebih rendah dibandingkan NPL posisi akhir Maret 2018 yakni sebesar 2,46 persen. Di sisi lain, Bank BRI meningkatkan NPL Coverage dari semula 174,81 persen menjadi 182,86 persen di akhir Maret 2019.

Sementara penghimpunan DPK BRI meningkat 13,18 persen dari Rp 827,06 triliun di triwulan I 2018 menjadi Rp 936,03 triliun di triwulan I 2019. “Komposisi dana murah menjadi penopang utama DPK BRI, dimana tumbuh 14,01 persen  sehingga saat ini komposisi CASA BRI menjadi 56,2 persen,” kata Suprajarto. (Lmg)