Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 24 April 2019 / 23:50 WIB

Kemhan Jateng Sinkronkan Kebijakan Pertahanan

SEMARANG, KRJOGJA.com - Kantor Perwakilan Kementrian Pertahanan RI Provinsi Jawa Tengah, Rabu (24/4/2019) menggelar seminar bertemakan 'Sinkronisasi Kebijakan Pertahanan Negara' dalam rangka menyiapkan pertahanan yang bersifat semesta di wilayah provinsi Jawa Tengah. Seminar yang dibuka Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dr Ir Sri Puryono MP mewakili Gubernur jateng H Ganjar Pranowo berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Undip, Tembalang Semarang.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhan RI Provinsi Jawa Tengah, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Latif Ainul Yaqin SE MM dalam seminar menyampaikan betapa pentingnya membangun sinergitas dengan segenap komponen terkait untuk mensinkronkan kebijakan pertahanan guna menyiapkan pertahanan yang bersifat semesta.

"Pada hakekatnya kepentingan strategi pembangunan konsep pertahanan negara adalah dalam rangka mengamankan kepentingan nasional, yaitu menjaga keselamatan bangsa, menjaga kedaulatan negara serta menjaga integritas teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai amanat undang-undang, konsep arsitektur penyelenggaraan pertahanan negara dilaksanakan dengan sistem pertahanan semesta. Dimana totalitas dari kekuatan seluruh komponen bangsa dan sumber daya negara serta sarana dan prasarana sebagai satu kesatuan pertahanan," ungkap Marsma TNI Latif Ainul yaqin SE MM.

Lebih lanjut disampaikan Marsma TNI Latif Ainul Yaqin, guna mengantisipasi segala bentuk potensi ancaman, penanganan  dikelompokkan terdiri komponen utama, komponen cadangan dan komponen pendukung. Dalam menyusun strategi pertahanan berbasis semesta, Kementrian Pertahanan mengelola dan melakukan secara sinergis tiga komponen tersebut sebagai totalitas kekuatan pertahanan negara yang tangguh demi menjamin kelangsungan hidup bangsa dan warga negara. 

Pada tahun 2019, terdapat 6 arah kebijakan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama, melanjutkan pertahanan negara yang konsisten terhadap Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhinneka Tunggal Ika. Kedua, berpedoman pada Visi Misi dan Program prioritas Pemerintah, termasuk didalamnya kebijakan poros maritim dunia dan pengembangan kawasan. Ketiga, melanjutkan pembangunan postur ketahanan militer. Pelaksanaan ini diarahkan untuk membangun kekuatan pokok minimun yang berpedoman pada postur ideal kekuatan TNI. Keempat, memantabkan kerjasama dengan negara-negara sahabat bertujuan untuk pengembangan capacity building. Kelima mewujudkan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing. Keenam, mendukung pembangunan karakter bangsa, dalam pelaksanaannya TNI sebagai komponen utama akan membina kesadaran bela negara. 

Sementara Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono MP dalam membuka seminar berharap forum tersebut selain sebagai konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, juga sebagai forum diskusi, sharing dan tukar pikiran, sekaligus sebagai sarana sosialisasi berbagai program kerja dari Kementrian Pertahanan RI.

"Forum juga jadi niat kita bersama menyiapkan kekuatan pertahanan negara dalam menghadapi potensi ancaman. Saat ini negara kita sedang menghadapi berbagai ancaman ideologi, ekonomi, politik sosial dan budaya, maupun ancaman yang berdimensi internasional seperti terorisme dan lainnya.  Apalagi pasca pemilu ini kita juga harus kita tingkatkan bersama, Hoax dan isu sara. Ancaman itu harus kita waspadai dan hadapi bersama dengan membangun sinergitas dan sinkronisasi kebijakan pertahanan," papar Sri Puryono.

Selanjutnya seminar dipimpin dosen FIB Undip Dr. Indriyanto, S.H M.Hum dengan menampilkan narasumber Kepala Subbid Ideologi dan wawasan Kebangsaan Kesbangpol Jateng Atiek Surniati Suherman, M.Si dan nara sumber dari Kodam IV Diponegoro. 

Terkait dengan pelaksanaan pertahanan semesta di Jawa Tengah, Marsma TNI Latif Ainul Yaqin menilai berjalan dengan baik seiring dengan meningkatnya kesadaran bela negara masyarakat. Kesadaran bela negara menurutnya bukan saja pada hal-hal yang berkaitan dengan perlawanan bersenjata, melainkan juga kesadaran membangun solidaritas mengamankan bangsa dan warga negara. 

"Yang terlihat jelas adalah ketika terjadi bencana, masyarakat bahu membahu mengamankan wilayah dan membantu keselamatan masyarakat. Ini suatu bentuk bagian dari pertahanan negara. Lalu sikap-sikap yang tidak mudah terpengaruh hasutan atau provokasi, menolak dan menangkal Hoax, juga bagian dari penguatan pertahanan semesta. Karena itu, seminar ini juga ada korelasinya dengan membangun kesadaran bela negara dalam mendukung pertahanan semesta," ungkapnya.   

Hadir sebagai peserta aktif antara lain Ketua Markas daerah LVRI Jawa Tengah Kol Inf Purn H Amin Munadjat, Ketua DHD 45 Sudharto, Wakil Rektor Undip Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Dr Ir Muhammad Zaenuri DEA  dan sejumlah tokoh masyarakat. (Cha)