Olahraga Editor : Danar Widiyanto Rabu, 24 April 2019 / 00:50 WIB

PSIM Resmi Ikat Pemain Terbaik Liga 2 2018 Eks PSS

YOGYA, KRJOGJA.com - Gelandang kidal enerjik yang juga pemain terbaik Liga 2 2018, Ichsan Pratama resmi bergabung dengan PSIM musim 2019. Kepastian tersebut sekaligus mengakhiri rumor Ichsan akan kembali ke PSS setelah Bogor FC ditinggal CEO, Effendy Syahputra. 

Ichsan sendiri mengungkap tak menyangka apabila akhirnya bergabung ke PSIM musim ini. Terlebih sejak awal ia berniat pulang kampung ke Bogor untuk memperkuat Laskar Kujang, Bogor FC. 

“Saya juga tidak tahu kalau rencananya bakal seperti sekarang. Juga tak menduga jika Bogor FC situasinya akan seperti ini. Saya jalani saja skenario-Nya. Setelah saya pamit dari PSS akhir kompetisi lalu, saya sampaikan akan pulang kampung dulu dan katakan suatu saat akan kembali. Tidak tahu kenapa, omongan saya menjadi sebuah doa, saya kembali bukan ke PSS tapi ke PSIM. Yogyakarta punya history bagi saya,” ungkap pemain yang diberi nomor punggung 23 ini. 

Ichsan tak memungkiri ada pro dan kontra mengiringi langkahnya berbaju Parang Biru. Namun begitu sebagai pemain profesional ia menegaskan akan 100 persen untuk PSIM dan membantu mengantarkan Laskar Mataram promosi ke Liga 1 musim depan. 

“Keluarga saya pun kaget mendengar keputusan ini, tapi saya coba kasih pengertian. Mungkin rezeki saya memang disana (PSIM). Ini murni profesionalisme, saya akan 100 persen bagi PSIM. Tentu saya berharap dukungan dari Brajamusti dan seluruh pandemen Laskar Mataram,” sambungnya. 

Sementara Caretaker CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto mengungkap bawasanya PSIM secepatnya akan segera kembali setelah menyelesaikan tahapan TC di Hambalang. Manajemen menurut dia sedang mencari lapangan latihan yang representatif untuk Laskar Mataram sekaligus menjawab pertanyaan pandemen PSIM. 

“Pertama, PSIM tidak akan pernah bertukar nama dan berpindah home base keluar DIY. Kedua, kostum jersey kami, tetap akan berwarna biru dan putih. Untuk home biru sedikit putih ada batik parangnya, kostum away akan putih dengan ada birunya. Ketiga, logo klasik PSIM tak akan berubah, dan keempat pengembangan sepakbola usia dini kami siapkan untuk kaderi sasi di PSIM. Saat ini pun, tim manajemen masih mencari lapangan yang bisa kami gunakan, sudah diusulkan Stadion Dwi Windu, kami berharap secepatnya bisa berada di Yogyakarta,” ungkapnya pada wartawan Selasa (23/4/2019). (Fxh)