Jateng Editor : Agus Sigit Selasa, 23 April 2019 / 20:45 WIB

Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 Banyak Masuk RS

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Petugas penyelenggara Pemilu 2019 mulai berjatuhan karena sakit akibat kelelahan bahkan sampai meninggal dunia. Semua kejadian tersebut sudah mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait. Meski begitu tahapan penyelenggaraan pemilu tetap berjalan normal sesuai jadwal.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Nuril Huda, Selasa (23/4) mengatakan, KPU Sukoharjo sudah melakukan pemantauan dan pendataan khususnya terhadap petugas penyelenggara Pemilu 2019. Hasilnya diketahui ada satu anggota KPPS di TPS 10 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat perawatan di rumah sakit atas nama Yuli Anisah. Selain itu, Eko Kusnanto, anggota KPPS TPS 9 Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar sejak beberapa hari lalu diduga karena kelelahan menjalankan tugas penyelenggaraan Pemilu 2019.

Ada juga anggota PPK Bulu atas nama Andi Wibowo masuk rumah sakit. Selain penyelenggara pemilu juga terdapat salah seorang anggota Linmas TPS 13 Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban atas nama Suparman, juga dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.

Pemantauan dan pendataan sangat penting dilakukan KPU Sukoharjo berkaitan dengan kondisi petugas. Selain itu juga menyangkut penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Inventarisasi data terkait kondisi petugas penyelenggara Pemilu 2019 terus kami lakukan. Ada yang sakit dan satu anggota KPPS meninggal dunia," ujarnya.

Kondisi petugas penyelenggara Pemilu 2019 juga dipantau oleh KPU RI disemua daerah di Indonesia. Sebab masalah temuan petugas yang sakit dan meninggal dunia terjadi tidak hanya di Sukoharjo saja namun juga di daerah lain.

Petugas yang terlibat dalam penyelenggaran Pemilu 2019 dalam keadaan sakit semua sudah mendapatkan penanganan medis. Diharapkan kondisi mereka bisa segera pulih. Sebagai antisipasi hal serupa terjadi maka KPU Sukoharjo sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sukoharjo membantu menyediakan pelayanan kesehatan gratis di masing masing kecamatan. Petugas bisa langsung memeriksakan diri untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

KPU Sukoharjo juga akan memberikan santunan kepada petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia dan sakit. Sumbernya berasal dari iuran seluruh elemen yang ada di KPU Sukoharjo. Iuran dilakukan seikhlasnya karena memang sejak awal tidak ada anggaran khusus atau asuransi bagi petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia atau sakit.

Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian KPU Sukoharjo terhadap kinerja para petugas penyelenggara Pemilu 2019. Sebab hasil kerja mereka sangat membantu bagi pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu.

Sementara itu KPU Sukoharjo terus memantau pelaksanaan pleno PPK disemua kecamatan. Kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan belum ada temuan masalah yang menghambat pleno PPK. (Mam)