DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 23 April 2019 / 17:46 WIB

Fakultas Peternakan UGM-JAPFA Resmikan Research Farm

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., meresmikan Research Farm (Closed House) pada Selasa (23/4) pagi di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM. Pendirian Research Farm ini merupakan hasil kerja sama antara Fapet UGM dengan salah satu anak usaha  PT. Japfa Comfeed Indoesia Tbk. (JAPFA), yakni, PT. Ciomas Adisatwa. 

Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., Dekan Fapet, menyatakan bahwa pendirian Research Farm bertujuan untuk menunjang riset bagi mahasiswa Fapet, baik dari program sarjana ataupun pascasarjana. “Adanya Research Farm kami harap bisa meningkatkan riset di Fapet. Mimpi kami adalah mencapai predikat Fakultas Peternakan best 5 di Asia dan best 10 di antara negara-negara tropis,” terangnya

Mengenai kerja sama Fapet dengan JAPFA,  Ali mengungkapkan bahwa ini bukanlah yang pertama kali. Hubungan keduanya diawali pada tahun 2003 dengan pembangunan Teaching Farm. Kemudian, berlanjut pada 2017 lalu dengan pembangunan Laboratorium Pasca Panen dengan kapasitas sekitar 20.000 ayam per hari.

Hal tersebut dibenarkan oleh Syamsir Siregar, Presiden Komisioner JAPFA. Ia menjelaskan bahwa keberadaan JAPFA, selain memenuhi pasokan pangan, juga bertujuan untuk membangun pendidikan Indonesia. Oleh karenanya, ia menyebut kerja sama yang dijalin selama ini dengan UGM merupakan upaya agar para mahasiswa mengembangkan ilmu peternakannya.

“Kami membantu menyediakan fasilitas penunjang riset mahasiswa yang sesuai dengan perkembangan industri terkini. Nanti ketika lulus, mereka akan langsung siap untuk terjun ke dunia industri,” ungkapnya.

Sementara itu, senada dengan Syamsir, Panut menyebut bahwa adanya Research Farm ini akan mempermudah mahasiswa dalam menentukan topik risetnya yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, produk hasil riset tersebut nantinya juga akan semakin mudah untuk dihilirisasi. “Hal ini akan menjadi jawaban atas kritik yang kerap dilayangkan kepada UGM selama ini tentang seretnya arus hilirisasi produk riset kita,” ujarnya.

Terlepas dari bagaimana Research Farm ini nantinya, Panut mewakili UGM menyampaikan rasa terima kasih dan memberi penghargaan tinggi kepada JAPFA. Menurutnya, upaya JAPFA ini merupakan contoh baik dari link and match dunia pendidikan dan industri.

“Peningkatan kualitas pendidikan seyogianya tidak hanya didukung oleh pemerintah semata, tetapi dukungan dari industri swasta dan segenap elemen masyarakat juga diperlukan. Kami percaya  program kerja sama dengan JAPFA sejauh ini akan membawa manfaat nyata untuk masyarakat Indonesia, utamanya di sektor peternakan dan pangan. Semoga kerja sama semacam ini dapat berlanjut pada masa mendatang,” pungkasnya. (Humas UGM/Hakam)