DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 23 April 2019 / 16:47 WIB

Pemda DIY Dorong Produk Pesantren Masuk Pasar Ekspor

BANTUL, KRJogja.com - Potensi produk karya santri dilingkungan pesantren memiliki peluang untuk dijadikan komoditas diekspor. Mulai dari produk makanan, kebutuhan rumah tangga dari pesantren bahkan sudah dipasarkan meski ruang lingkupnya dilingkungan pondok. Terbukanya potensi ekspor dari lingkungan pesantren dijadikan dasar digelarnya "Bintek calon exportir baru"  kerjasama Disperindag DIY dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren DIY di Kantor PCNU Bantul, Selasa -Rabu (23-24/4). 

Narasumber dalam kegiatan itu, Kabid Perdagangan Luar Negeri  Disperindag DIY, Ir Yuna Pancawati, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren DIY, sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Imdad Wijirejo Pandak Bantul, KH Habib Abdussyakur, MA. Kegiatan tersebut merupakan gagasan Aslam Ridlo, Anggota DPRD DIY Fraksi PKB, dan alumni Ponpes Tebuireng Jombang. 

Yuna Pancawati mengatakan, sektor ekspor sejauh ini jadi peluang sangat menjanjikan. Oleh karena itu untuk merambah bidang butuh dukungan dari berbagai berbagai aspek, mulai dari kualitas barang hingga kemasan. "Salah satu strategi jitu agar sebuah produk terjual diantaranya dari aspek pengemasan, " ujarnya. Karena kemasan itu sangat menentukan sebuah produk diterima pasar atau enggak.

Sementara anggota Fraksi PKB DPRD DIY Aslam Ridho mengatakan, bahwa produk dari pesantren punya potensi sebagai komoditas ekspor. "Kalau untuk mendorong dan membekali santri mengetahui proses ekspor saya yakin pemerintah DIY mampu. Oleh karena itu alangkah baiknya jika peluang tersebut bisa diambil pesantren, karena pesantren juga punya produk unggulan," ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, jika embrio yang ada di pesantren harus dioptimalkan dengan dukungan dari pemerintah DIY. Artinya pemerintah DIY dalam hal ini Dinas Perdagangan bakal mensuport dari sisi peralatan pendukung. Termasuk ikut mendampingi dalam melakukan pemasaran dan pengemasan. (Roy)