DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 23 April 2019 / 12:54 WIB

Diskominfo DIY Tangkal 30 Ribu Serangan Cyber

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY berhasil menangkal 30.000 lebih serangan cyber, baik jelang maupun usai pelaksanaan Pemilu. Pihaknya juga akan melakukan kegiatan literasi kepada masyarakat DIY seiring maraknya pemberitaan hoax atau beita bohong paska pelaksanaan Pemilu.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari mengatakan, serangan cyber tetap ada baik sebelum maupun setelah Pemilu. Dari pantauannya, serangan cyber tersebut banyak tertuju ke lembaga pemerintah. Namun serangan peretas tersebut masih bisa diatasi dan kemungkinan tujuannya hanya iseng atau sekadar cobacoba atau memang mempunyai tujuan tertentu seperti merusak data informasi.

“Kami berhasil mengantisipasi serangan-serangan cyber tersebut, terdeteksi ada 30 ribu serangan sejak Januari hingga sekarang. Dari hasil pantauan tim kami, serangan cyber tersebut mayoritas menggunakan IP Address dari luar negeri. Kami masih telusuri dan deteksi tetapi yang jelas serangan cyber khususnya server-server milik Pemda DIY tersebut masih dapat diatasi,” terang Rony.

Rony menyapaikan, maraknya kasus-kasus pemberitaan hoax atau berita bohong dan menyesatkan untuk keperluan jelang maupun setelah Pemilu. Sebelumnya, ia tidak menduga berita hoax justru makin santer dan berkembang pasca Pemilu. Oleh karena itu, Diskominfo DIY dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan terkait dengan literasi untuk menyikapi pemberitaan hasil Pemilu 2019.

“Masyarakat mungkin belum mengetahui berbagai macam istilah dalam penghitungan suara hasil Pemilu 2019 baik penghitungan langsung (real count) maupun hasil penghitungan cepat (quick count) dan sebagainya. Literasi ini memang diperlukan agar masyarakat paham dan mengetahui tentang metode maupun hasilhasil yang disampaikan,” jelas Rony.

Jika dilihat dengan adanya perhitungan suara Pemilu 2019 real time online, masyarakat masih beragam dalam menyikapinya. Untuk itu, pihaknya berencana segera mengadakan kegiatan literasi guna memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menyikapi pemberitaan yang berkembang pasca Pemilu 2019.

“Berita-berita yang mencuat pasca Pemilu 2019 masih seputar persaingan diantara kedua kubu paslon presiden dan perang antarpaslon sebelumnya. Ternyata persaingan pendukung antarpaslon ini terus berkembang pasca Pemilu 2019, sehingga pemberitaan yang berkembang disinyalir masih terkait seputar itu,” tutur Rony.

Masyarakat diminta bijak menyikapi pemberitaan pasca Pemilu 2019. Pihaknya tetap akan menggandeng dan bekerja sama dengan penggiat media sosial, admin media sosial baik kalangan komunitas dan plat merah hingga masyarakat digital DIY guna memberikan pemahaman dengan kontenkonten yang positif dan bijak tentang apa yang terjadi sekarang ini kepada masyarakat.

“Penghitungan suara masih dalam proses yang hasilnya masih menunggu keputusan resmi dari lembaga yang berwenang. Hal inilah yang harus diberikan pemahaman kepada masyarakat agar bijak menghadapi, bijak menyiarkan dan bijak menyebarkan berita-berita tersebut agar tidak menimbulkan ujaran kebencian ataupun keresahan,” pungkas Rony. (Ira)