DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 23 April 2019 / 15:32 WIB

Innalilahi..Mengeluh Kecapekan, Ketua KPPS di Sagan Meninggal Dunia

SLEMAN, KRJOGJA.com - Perhelatan akbar pesta demokrasi Pemilu 2019 yang digelar sepekan yang lalu meninggalkan beragam cerita. Berita duka dari para penyelenggara pemilu banyak terjadi diberbagai wilayah. 

Di Yogyakarta, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 25 di Sagan, Catur Tunggal, Depok Sleman bernama Lilik Suswanto (60) meninggal dunia hari ini, Selasa (23/04/19) pagi tadi. Menurut keterangan keluarga, kabar meninggalnya almarhum disebabkan karena kelelahan usai pemilu serentak kemarin. 

"Sebelum dibawa ke rumah sakit, Pak Lilik mengeluh capek bilang sama saya "aku capek e, aku tak tidur dulu yo," kata Sutarno Heru warga setempat yang menyaksikan almarhum sebelum jatuh pingsan kepada wartawan dilokasi rumah duka. Selasa (23/04/19). 

Menurut informasi yang diperoleh krjogja.com, mulanya Ketua KPPS tersebut pada hari Sabtu kemarin masih berjalan-jalan dan sempat meminum kopi bersama warga lain yang tidak jauh dari rumah almarhum. Setelah almarhum mengatakan capek dan berniat untuk pulang untuk beristirahat.

91 Petugas KPPS Gugur, Wapres Minta Pemilu Serentak Dievaluasi

Diduga Kelelahan, Petugas KPPS Sleman Alami Kecelakaan

Menurut keterangan Istri, Sih Sugiarti pada Minggu sore almarhum dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih karena almarhum mengeluh pusing dan kesakitan pada bagian kepalanya. "Tiba tiba terserang pusing, belum pernah sakit seperti ini sebelumnya tiba tiba saja. Ternyata setelah diopname kata dokter terkena Vertigo dan penyumbatan otak," katanya dirumah duka. 

Sih menambahkan, secara medis almarhum sudah di tangani oleh pihak Rumah Sakit. Namun selama dua hari dirawat, tidak juga mendapat perkembangan baik. Hingga pada sampai Selasa pagi ini, almarhum tidak kunjung membaik.

"Pas tadi pagi jam 5 itu kondisinya semakin buruk. jam setengah 6 sudah meninggal di rumah sakit Panti Rapih," tutur Setio Mujianto warga sekaligus Adik ipar almarhum.

Diketahui, semasa pesta demokrasi pada pemilu 2019, almarhum merupakan ketua Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) 25 Sagan, Catur Tunggal, Sleman. Menurut Istri almarhum Sri mengatakan, jelang pemilu almarhum terlalu sering pulang pada dini hari, kiranya pada pukul 03:00 WIB almarhum baru sampai di rumahnya.

"Kerjanya malah sebelum penerimaan logistik. Semenjak itu sudah jarang tidur, bapak merasa bertanggung jawab," tutur Sih.

"Hari Kamis sehari setelah pemilu bapak tiduran di rumah katanya luar biasa capek. Habis mantau karena galau ada pemilu diulang kepikiran, terus gaji juga belum dibayar," lanjutnya.

Sementara itu, almarhum juga memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Secara medis, orang yang mengidap penyakit tersebut tidak bisa capek serta memiliki beban fikiran lebih banyak. 

"Menurut saya secara pribadi kemarin-kemarin itu kecapean toh, cuman karena dia tanggung jawab nya besar mungkin kecapean juga enggak dirasa," ucap Setio Mujianto warga dan adik ipar almarhum. (ive)