DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 23 April 2019 / 12:10 WIB

Cuaca Panas Tak Terkait Merapi

YOGYA, KRJOGJA.com - Cuaca panas yang dikeluhkan masyarakat DIY dalam beberapa hari terakhir, tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Karena cuaca panas yang terjadi di DIY dan sekitarnya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya faktor astronomi, meski posisi matahari sudah berada di belahan bumi Utara, tapi posisinya belum terlalu jauh dari Khatulistiwa.

Selain itu, cuaca pagi sampai sore hari yang cerah, menjadikan radiasi matahari tanpa penghalang. Dampaknya cuaca di Jawa (termasuk DIY) terasa panas dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Kami ingin menegaskan bahwa cuaca panas yang terjadi beberapa hari terakhir ini dan banyak dikeluhkan masyarakat karena membuat gerah, tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Pasalnya cuaca panas ini, dipengaruhi beberapa faktor seperti astronomi dan meteorologi. Selain itu, minimnya ruang terbuka hijau di DIY sedikitbanyak juga mempengaruhi pasokan udara dalam skala mikro, sehingga cuaca jadi terasa lebih panas,” jelas Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta Sigit Hadi Prakoso di Yogyakarta.

Menurut Sigit, sebenarnya cuaca panas yang saat ini terjadi di DIY masih tergolong wajar. Karena berdasarkan data yang ada di BMKG, cuaca panas yang terjadi masih pada kisaran 32 derajat Celsius sampai 33 derajat Celsius, dengan kelembaban 47 persen. Padahal suhu dikategorikan ekstrem apabila di atas 35 derajat Celsius.

Menyikapi kondisi ini, masyarakat perlu menyesuaikan diri, antara lain dengan menggunakan pelindung saat melakukan aktivitas di luar rumah agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung. “Cuaca panas ini diprediksikan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mengingat sampai akhir April mendatang DIY masih masuk dalam musim pancaroba. Oleh karena itu, masyarakat saya minta untuk bisa menyesuaikan diri, sehingga mereka tidak mudah terserang penyakit,” terangnya. (Ria)