DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 22 April 2019 / 23:50 WIB

Dimas Diajeng Kota Yogya Tampil Memukau di Drama Musikal 'Dongeng Cinta Sekarjati'

YOGYA, KRJOGJA.com - Para finalis Dimas Diajeng Kota Yogya 2019 mengikuti ajang unjuk kebolehan sebagai calon duta wisata dihadapan masyarakat luas pada Minggu (21/04/2019) malam. Tak hanya wawasan yang luas, namun rasa cinta terhadap seni dan budaya juga harus ditanamkan oleh Dimas dan Diajeng sebagai sosok yang muda, dinamis dan berbudaya. Hal itu ditunjukan melalui Drama Musikal oleh para finalis. 

Pemiihan Dimas Diajeng Kota Yogya 2019 merupakan salah satu ajang duta wisata yang turut berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata di Kota Yogya. Dimas Diajeng menjadi representasi bagi generasi muda.

Untuk menguji para finalis, Dinas Pariwisata Kota Yogya menggelar pementasan unjuk bakat dalam pemilihan Dimas dan Diajeng kota 2019 yang diwujudkan dalam sebuah pertunjukan seni Drama Musikal bertema "Dongeng Cinta Sekarjati" yang diperankan oleh 30 finalis. 

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya Maryustion Tonang, rangkaian kegiatan Dimas dan Diajeng mempunyai latar belakang bermacam aspek yang tentunya dinilai oleh dewan juri. Semakin berkualitas semakin baik untuk mewujudkan kemaslahatan Kota Yogya.

"Pementasan ini tidak hanya untuk unjuk kebolehan saja dari masing-masing finalis, tetapi mempunyai misi memberikan edukasi terkait nilai-nilai sosial budaya dan kehidupan dalam masyarakat yang tergambar dalam Drama Musikal," kata Maryustion tonang pada saat sambutan.

Drama Musikal cinta abadi Panji ternyata mampu menyedot antusiasme para pengunjung Atrium Galeria Mall Yogyakarta. Bagaimana tidak, hiasan, kostum hingga akting yang para finalis perankan mengundang tepuk tangan yang sangat meriah. Hal itu sebagai bentuk apresiasi penonton karena sudah merasa terhibur dengan penampilan mereka.

"Kami sengaja tampilkan drama musikal ini dipusat keramaian Galeria Mall harapanya semua pihak yang di Yogya termasuk finalis dapat mengingat kembali budaya Yogya," lanjutnya.

Menurut sang sutradara Muhammad Shodik Sudarti, tema cinta diusung karena, pihaknya sangat yakin bahwa drama tersebut akan dinikmati oleh orang-orang jaman sekarang yang menyukai percintaan. "Penonton yang menyaksikan pertunjukan ini adalah orang-orang jaman sekang yang dekat dengan cinta," katanya. (Ive)