Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Selasa, 23 April 2019 / 00:50 WIB

'Internet of Things', Siswa SD Muhammadiyah Pakel Belajar Robot

YOGYA, KRJOGJA.com - Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan kolaborasi dengan Pendidikan Fisika UAD melakukan Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Sebagai bentuk realisasi dilakukan Uji Terbatas Pemanfaatan "Internet of Things' di SD Muhammadiyah Pakel Yogya, Senin (22/4/2019). Pagi itu, ada 8 siswa kelas V SD Muhammadiyah Pakel didampingi guru kelas diberi materi soal internet, aplikasi dan penggunaan robot. 

Guru dan dosen membantu siswa mengakses dari Playstore: blynk, akun: hibahpupt2019@gmail.com dengan pasword: pfispgsd2019. Harapannya, siswa dengan menggunakan android dan aplikasi bisa mengoperasionalkan robot untuk pembelajaran. Dalam pembelajaran ini siswa bisa mengetahui tentang suhu, cahaya, kelembaban udara, ketinggian tempat dan tekanan udara. Prinsipnya, siswa bisa belajar tentang cuaca dan pemanasan global dengan pemanfaatan teknologi secara kontekstual.

Dr Dwi Sulisworo MT, Ketua Peneliti mengatakan, Uji Terbatas Pemanfaatan 'Internet of Things'. siswa mampu belajar menggunakan internet secara maksimal. "Pembelajaran dengan teknologi, siswa dapat belajar secara kontekstual," ujarnya di SD Muhammadiyah Pakel, Jalan Pakel Baru, Sorosutan Umbulharjo. Disebutkan, penelitian ini dilakukan bersama dosen UAD yakni Nanang Suwondo MPd, Vera Yuli E MPd, Meita Fitriani MPd.

Menurut Dwi Sulisworo, program penelitian ini dilakukan bertahap, sebelum disampaikan ke siswa guru-guru diberi pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu, guru mengajarkan ke siswa dengan dipantau para dosen. "Setelah semua lancar dan mampu diaplikasikan akan dilakukan pembelajaran jarak jauh," ujar Dwi Sulisworo yang juga Wakil Direktur Program Pascasarjana UAD.

Dijelaskan Vera Yuli, tanggal 30 April hingga 2 Mei pembelajaran senada akan diaplikasikan di Maumere NTT. "Ada 10 SD di Maumere NTT yang akan diberi materi Internet of Things," tuturnya. Sebanyak 10 SD tersebar di pegunungan, kepulauan lepas dan di kota Maumere. Pembelaran akan berlangsung di 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Dipertegas Vera Yuli dan Dwi Sulisworo, manakala pembelajaran baik materi sudah dikuasai guru, siswa di SD Muhammadiyah Pakel dan Maumere dilakukan pembelajaran bersama dengan jaringan internet. Siswa di 10 sekolah di Maumere mengabarkan kondisi cuaca, demikian juga di SD Muhammadiyah Pakel. "Saling mengabarkan dan tukar data," kata Dwi Sulisworo.

Hanif, siswa SD Muhammaiyah Pakel saat ditanya KRJOGJA.com mengaku senang sekali pembelajaran seperti ini. "Sebelumnya saya dan teman-teman juga sudah belajar tentang robot," ucapnya terus terang. Evik, guru kelas SD Muhammadiyah Pakel mengatakan, siswa yang ikut materi 'Internet of Things' siswa yang aktif dan sudah mengenal dengan baik tentang robot. "Siswa sangat senang dengan pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif." tuturnya.(Jay)