Jateng Editor : Ivan Aditya Senin, 22 April 2019 / 18:42 WIB

Puluhan Sekolah Ikut Sosialisasi Kebencanaan

PURWOREJO, KRJOGJA.com -Sebanyak 66 perwakilan sekolah dan madrasah di Kabupaten Purworejo mengikuti sosialisasi kebencanaan di Hotel Sanjaya Inn, Senin (22/04/2019). Mereka diproyeksikan menjadi sekolah dan madrasah aman bencana.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Edi Purwanto mengatakan, sekolah peserta sosialisasi adalah yang dinilai rawan bencana. "Mereka kami undang sosialisasi agar paham potensi bencana sekitar, sehingga bisa melakukan antisipasi," ujarnya kepada KRJOGJA.com.

Menurutnya, sekolah dinilai lokasi rawan karena Kabupaten Purworejo merupakan kawasan rawan bencana. Purworejo potensial bencana banjir, longsor, gempa bumi, tsunami dan angin puting beliung.

Padahal sekolah adalah titik kumpul manusia mulai pelajar, guru dan pegawai sekolah. "Bayangkan kalau bencana seperti gempa bumi terjadi siang hari saat jam pelajaran. Bukan menakuti, namun melihat potensinya, maka seluruh wilayah merupakan kawasan rawan," ungkapnya.

Kasi Pencegahan BPBD Jateng Muhammad Chomsul menambahkan, sosialisasi penting dilakukan mengingat tingginya tingkat kerawanan bencana di Purworejo. Purworejo masuk urutan 18 wilayah paling rawan bencana di Indonesia.

Ekosistem sekolah, lanjutnya, harus sadar bencana karena hampir seluruh lembaga pendidikan itu dibangun pada kawasan rawan. "Tahap awal mereka paham dulu soal bencana, nanti kedepan perlu penanganan lebih lanjut, seperti bagaimana membuat konstruksi tahan bencana atau memilih mebeler yang aman saat terjadi gempa bumi. Namun untuk langkah jangka panjang tersebut, butuh sinergi lembaga lain," tegasnya. (Jas)