Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 22 April 2019 / 23:10 WIB

Hari Kartini di Pemkot Magelang, PNS 'Fashion Show' Pakaian Adat

MAGELANG, KRJOGJA.com - Lomba fashion show pakaian adat Nusantara antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, dan instansi di lingkungan Pemerintah Kota Magelang di Aula Adipura Kencana komplek Kantor Walikota Magelang, mewarnai rangkaian kegiatan memperingati Hari Kartini 2019 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Magelang, Senin (22/4/2019). 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang Dra Wulandari Wahyuningsih menjelaskan lomba fashion show tidak sekadar ajang pamer busana, tetapi untuk mengingat kembali dan meneladani perjuangan RA Kartini di masa lalu demi kesetaraan perempuan.

"Ini tidak semata fashion show, tapi untuk mengingatkan perjuangan RA Kartini. Kita bisa keluar rumah karena beliau. Kalau tidak, perempuan masih dikungkung di dapur, kasur, sumur," kata Wulan.

Fashion show diikuti setidaknya 31 perwakilan OPD, BUMD dan instansi di lingkungan Pemkot  Magelang. Mereka menampilkan busana adat Nusantara, mulai dari kebaya khas Jawa, kebaya khas Bali, Betawi, pakaian adat Padang, Palembang, Kalimantan dan sebagainya.

Di forum ini juga diwarnai dengan acara pemotongan nasi tumpeng oleh Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT. Menurut Wulan, pemotongan tumpeng merupakan ungkapan syukur karena era sekarang  perempuan Indonesia, khususnya di Kota Magelang, bisa menikmati keadilan gender.

"Baik laki-laki dan perempuan bisa bekerja. Dan yang penting, bisa menciptakan keluarga sejahtera. Tetapi harus ingat, perempuan tetap harus mengutamakan suami, anak dan keluarga," tambahnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini mengangkat tema "Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Kualitas Keluarga Untuk Jawa Tengah Maju dan Berdikari", yang diharapkan bisa memberi semangat semua elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam memberantas kemiskinan di Jawa Tengah, khususnya di Kota Magelang. Untuk itu pula, pada peringatan ini dilakukan penggalangan dana untuk keluarga miskin.

"Harapan semua keluarga di Kota Magelang sejahtera. Meski kemiskinan turun, tapi itu harus diperhatikan. Kita ingin Kota Magelang zero kemiskinan. Kita sedih kalau bisa berkebaya bagus, makan kenyang, tapi masih ada warga lain yang kelaparan. Maka tadi ada iuran kepedulian untuk warga kurang mampu," tambah Wulan.

Walikota Magelang mengatakan peringatan Hari Kartini tidak lain untuk menyemangati jajaran OPD Pemkot Magelang agar senantiasa terinspirasi dengan perjuangan pahlawan asal Jepara itu. Menurut Sigit, Kartini pada masa lalu sudah memiliki pemahaman/pemikiran luar buasa terutama tentang kesetaraan gender.

"Untuk itu saya harapkan semangat RA Kartini agar terus dijaga, ada disetiap diri kita, semangat yang dinamis di tengah perjalanan bangsa ini," tutur Sigit.

Sementara itu, di halaman belakang komplek Kantor Walikota Magelang, Senin pagi, juga dilaksanakan apel pagi dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2019. Seluruh peserta apel, baik perempuan maupun laki-laki, mengenakan pakaian adat Nusantara. Bahkan seluruh petugas apel, mulai dari komandan pasukan, pembina apel, petugas MC hingga pemimpin apel adalah perempuan. Dalam apel ini disampaikan sambutan Wakil Walikota Magelang Drs Windarti Agustina yang dibacakan Sekretaris DPRD Kota Magelang Indah Dwi Antari yang dalam apel ini bertindak sebagai Pembina Apel.(Tha)