DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 22 April 2019 / 14:43 WIB

Alumni Jogja Satukan Indonesia Gelar Syukuran Budaya

YOGYA, KRJOGJA.com - Perhelatan pemilu 17 April 2019 lalu dinilai berjalan sukses dengan keikutsertaan tertinggi hingga 81 persen dari warga negara Indonesia. Masyarakat menunjukkan kedewasaan dengan menggunakan hak politik untuk masa depan Indonesia.

Kontestasi antara 01 dan 02 yang selama setahun terakhir mencuat pun dinilai telah usai. Kini tidak ada lagi pendukung 01 atau 02, yang ada hanya satu masyarakat Indonesia untuk bangsa yang maju kedepan.

Begitulah pengantar yang disampaikan Budi Kuncoro, Ketua Alumni Jogja Satukan Indonesia saat bertemu wartawan, Senin (22/04/2019). Budi mengungkap selama masa kampanye kita tahu banyak konflik terjadi antar pendukung.

“Namun saat ini semua sudah selesai meski kita masih harus menunggu keputusan resmi KPU. Kami mengajak semua elemen untuk menyatakan konflik sudah selesai dan sekarang saatnya kita bersatu lagi. Harus move on dan memikirkan masa depan untuk bangsa,” ungkapnya.

Sebagai upaya nyata, Alumni Jogja Satukan Indonesia bersiap menggelar tumpengan syukuran budaya di Grand Pacific, Minggu (28/04/2019) mendatang. Orkes Sinten Remen dan komedian seperti Cak Lontong, Akbar, Den Baguse Ngarso, Yu Beruk, Joned hingga Wisben dihadirkan untuk menghadirkan gelak tawa.

Djaduk Feriyanto, salah satu pengisi acara menyebut syukuran nantinya bukan merupakan pesta kemenangan salah satu kontestan. Namun menurut dia, acara tersebut menjadi perayaan besar orang Indonesia yang telah selesai mengikuti pemilihan umum.

“Saya berpikir lirik menarik bunyinya 'mangan ra mangan tetap kumpul', Indonesia mantab betul. Maknannya kita bersatu untuk Indonesia. Kami bawa orkes sinten remen yang punya banyak dinamika perbedaan di sana. Pemilu selesai kita bersatu agar tak larut dalam emosi tapi kita punya PR besar membangun manusia beradab untuk bangsa. Pokoke ger-geran, geguyon bareng mau itu yang kemarin 01 atau 02, ungkapnya mengimbuhkan.

Sementara Butet Kartarajasa yang juga akan tampil dalam acara menyebut kegiatan syukuran dilakukan untuk menyatukan seluruh elemen. “Saya kira ini ikhtiar terbaik, saya ajak teman-teman yang pintar berjenaka seperti Cak Lontong, Akbar, Den Baguse Ngarso, Yu Beruk, Joned dan Wisben juga untuk main. Lakonnya apa nanti dipikir bersama. Semua bisa hadir baik pro 01 dan 02, bisa gojekan bareng. Nyek-nyekane wes rampung,” tandasnya. (Fxh)