DIY Editor : Agus Sigit Senin, 22 April 2019 / 14:49 WIB

Forpi Yogya Pantau UNBK SMP Kota Yogya, Dua Siswa Tidak Ikut Ujian

YOGYA, KRJOGJA.com - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa-siswi Sekolah Tingkat Pertama (SMP) di beberapa sekolah di Kota Yogyakarta, Senin (22/4/2019).

Pemantauan pelaksanaan UNBK tingkat SMP tahun 2019 ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar. Termasuk ketersediaan pelayanan bagi siswa atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Berdasarkan pemantauan tahun 2018 lalu dibeberapa sekolah di Kota Yogyakarta, pihaknya mengalami gangguan jaringan atau server offline. Sehingga pelaksanaa ujian harus mundur beberapa menit. Hal ini dapat mengakibatkan siswa menjadi down secara psikologis.

Namun, berbeda pada tahun 2019 ini, dari hasil pemantauan Forpi Kota Yogyakarta di SMP N 8 dan SMP N 5 Kota Yogyakarta, pelaksanaan UNBK pada hari pertama dan sesi pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia berjalan lancar. "Ujian hari pertama disesi pertama berjalan dengan lancar baik di SMP N 8 maupun SMPN 5 Yogya," kata koordinator Forpi Baharddin Kamba. Senin (22/04/19).

Ia juga mengatakan, hasil tinjauanya, ia mendapat informasi bahwa salah satu sekolah SMP swasta sempat terjadi down dalam jaringan atau internet. Namun, persoalan tersebut sudah dapat segera diatasi dan kembali berjalan dengan baik.

"Ketersediaan genset guna mengantisipasi listrik padam juga tersedia di sekolah," katanya

Forpi Kota Yogyakarta juga mengingatkan kepada seluruh siswa untuk mengedepankan prinsip kejujuran dalam mengerjakan soal-soal UNBK. Dengan persiapan yang matang sejak jauh-jauh hari, pihak siswa, orangtua dan sekolah dalam menghadapi ujian, maka akan memperoleh hasil yang maksimal nantinya. 

"Di SMPN 5 Kota Yogyakarta terdapat ada dua siswa yang tidak mengikuti ujian dikarenakan sakit. Bagi siswa siswi yang tidak masuk ujian, maka dapat mengikuti ujian pada hari yang sudah ditentukan," lanjutnya.

Sementara itu, pihaknya juga mengingatkan untuk segera menyiapkan Menteri Pendidikan terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Proses PPDB menurutnya juga perlu persiapan yang matang dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk senantiasa melakukan sosialisasi terhadap aturan yang ada. 

"Jangan sampai nanti muncul protes dari warga. Meskipun saat ini pihak sekolah masih fokus pada pelaksanaan ujian," pungkasnya. (Ive)