DIY Editor : Agus Sigit Senin, 22 April 2019 / 14:34 WIB

UNBK SMP Kota Jogja Hari Pertama Lancar, Walikota Fokus 2 Hal Ini

YOGYA, KRJOGJA.com - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sesi pertama pada hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (22/04/19) berjalan dengan baik dan lancar. Namun, Haryadi berpesan tetap mengantisipasi kendala teknis yang berpotensi terjadi.

"Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan UNBK dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di wilayah kota ada 8003 siswa yang tersebar di 58 sekolah dengan sistem sift pagi dan siang," kata Haryadi Suyuti kepada para wartawan di SMPN 5 Yogyakarta.

Menurutnya ada dua hal yang dapat menghambat ujian para siswa. Yaitu sistem koneksi internet dan sistem suplai listrik. "Pemerintah pusat sudah memerintahkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menjaga koneksinya. Tapi di wilayah kota dengan Anggaran Pendapatan belanja Daerah ( APBD) mensuport sekolah untuk menyediakan genset yang dapat digunakan dalam keadaan mendesak," lanjutnya.

Haryadi menambahkan, bagi siswa yang tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer hari ini karena sedang sakit, maka siswa tersebut dapat mengikuti ujian susulan pada Minggu depan. Begitupun dengan Ujian Sekolah siswa tersebut juga akan mundur. 

"Di SMPN 5 Yogya ada satu siswa yang sakit. Masih ada ujian susulan senin 29 dan 30 mei. Tapi ini nantinya tabrakan dangan USBN. Jadi nanti susulan juga USBNnya. Konsekuensi kepada siswa tersebut ujiannya akan ikut mundur," tutur Haryadi.

Ujian Berbasis Komputer juga dinilai lebih efektif dari segi distribusi. Jika tiga tahun lalu disetiap ruangan ada polisi dan dan penjaga untuk dapat mengamankan ujian karena distribusi soalnya masih fisik. Namun sekarang lebih aman karena semuanya sudah menggunakan komputer. Untuk tingkat kebocoran soal menurutnya lebih sulit.

"Saya minta pada penyelenggara, agar token bisa dengan tertib dibuka sebelum pelaksanaan. Jam 7.30 semua harus sudah siap. Jadi jam 7:20 siswa sudah membuka tokennya," tambahnya. 

Haryadi juga mengimbau kepada para siswa yang mengikuti ujian, untuk menjaga kesehatannya. "Buat anak-anak dijaga kesehatannya, jangan banyak berkegiatan di luar. Kamis itu jangan dianggap wes rampung. Ini masih sampai awal mei. Fisiknya dijaga, karena masih panjang. Sebelum ke sekolah sarapan secukupnya," tutupnya. (Ive)