DIY Editor : Agus Sigit Senin, 22 April 2019 / 13:33 WIB

Kagama Kecam Pihak yang Hendak Deligitimasi Pemilu

SLEMAN, KRJOGJA.com - Keluarga Alumni Unitersitas Gadjah Mada (Kagama) menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika yang terjadi pasca pemilu 17 April 2019 lalu. Kagama meminta seluruh kontestan dan pendukungnya untuk menanti hasil rekapitulasi resmi KPU dan sekaligus menyampaikan kecaman pada pihak-pihak yang berusaha mendelegitimasi pemilu. 

Melalui rilis resmi yang disampaikan pada wartawan dan ditandatangani Ketua Kagama Ganjar Pranowo, Ketua Harian Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Jendral Ari Dwipayana, Kagama menyampaikan delapan poin pernyataan sikap. Dalam pernyataan tersebut, Kagama juga menyampaikan apresiasi apresiasi pada penyelengga pemilu yang dinilai mampu melaksanakan dengan sukses. 

“Ini pernyataan sikap resmi dari Kagama melihat dinamika yang terjadi usai pemilu 2019,” ungkap Ari Dwipayana pada wartawan. 

Berikut delapan pernyataan sikap resmi Kagama : 

1. Pemilu sebagai instrumen kedaulatan rakyat harus senantiasa dijaga dan dikawal agar bisa berlangsung secara damai, jujur dan adil. Karena itu Kagama mengajak setiap elemen bangsa untuk mengawal seluruh tahapan pemilu agar berjalan damai dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. 

2. Kagama mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga negara Republik Indonesia dimanapun berada yang telah dengan sukarela turut serta aktif dalam setiap tahapan pemilu dan selalu menjaga ketentraman dan kedamaian. 

3. Kagama mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu dan DKPP yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan pemilu serentak yang terbesar di dunia ini. Kagama juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan selama penyelenggaraan pemilu. Kagama turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya petugas penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya, mereka adalah pahlawan-pahlawan demokrasi. 

4. Kagama mendukung para penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya secara mandiri dan profesional. Kagama mengecam keras setiap upaya untuk mendelegitimasi KPU dan juga mendelegitimasi pemilu. 

5. Kagama menyerukan para kontestan dan pendukungnya untuk menunggu hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan oleh KPU sebagai lembaga negara yang legitimate. Jika ada ketidakpuasan, terhadap hasil pemilu, bisa disalurkan melalui cara-cara yang konstitusional. 

6. Kagama menghimbau para elit politik tidak mengeluarkan pernyataan yang provokatif, yang memunculkan ketegangan dan polarisasi di akar rumput. Kagama mengingatkan bahwa para pemimpin harus menjadi contoh dan teladan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

7. Kagama berharap sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, yang 30 tahun terakhir  sudah berprestasi menyelenggarakan pemilu secara damai, kita harus semakin dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi. Untuk itu Kagama menyerukan seluruh elemen bangsa bisa menyelesaikan perbedaan secara damai dan konstotusional. Setiap langkah yang inkonstitusional harus dilawan karena menghancurkan fondasi berbangsa dan bernegara. 

8. Terakhir, Kagama mengajak seluruh rakyat tetap menjaga kedamaian, kerukunan dan tali persaudaraan antar sesama anak bangsa. Tidak terpancing dengan provokasi yang bisa memecah belah bangsa. Meminta seluruh anggota Kagama dimanapun berada untuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. (Fxh)