Jateng Editor : Agus Sigit Senin, 22 April 2019 / 12:48 WIB

Hadapi Puasa, PMI Kudus Siapkan Stok Darah

KUDUS, KRJOGJA.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kudus telah menjadwalkan program transfusi darah bagi para pendonor mulai akhir April hingga selama bulan suci ramadhan Mei nanti. Kegiatan itu dilakukan untuk menjamin ketersediaan sel darah merah dan putih (plasma darah) dan trombosit aman. Plasma darah digunakan pasien cuci darah dan korban kecelakaan. Sedang trombosit darah untuk pasien penderita demam berdarah dengue (DBD).

Ketua PMI Cabang Kudus, Rina Budhy Ariani mengatakan, kebutuhan darah sehat di Kudus setiap bulan rata- rata 1.500 kantong, baik golongan darah A,B,AB dan O. Jumlah tersebut untuk memenuhi permintaan darah pasien sejumlah rumah sakit di Kota Keretek, bahkan terkadang dari luar daerah. Permintaan dalam kondisi normal sekitar 50 kantong per hari.

Darah yang tersedia telah melalui pemeriksaan untuk memastikan darah sehat, tidak mengandung penyakit menular. “Kami harus pastikan, masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan darah sehat dan tidak tercemar penyakit,” ujarnya, didamping Sekretaris PMI Cabang Kudus, Imam Santoso, Senin (22/4).

Saat ini PMI Cabang Kudus memiliki stok sekitar 290 kantong berbagai jenis golongan darah. Untuk memenuhi permintaan selama bulan puasa, telah disiapkan program transfusi darah. Yakni pada 30 April di gedung Pusat Belajar Guru (PGB) Desa Mlati Norowito Kecamatan Kota dengan target 300 kantong. Pekan pertama Mei nanti ditarget 700 kantong, antara lain berasal dari para pendonor dari perguruan tinggi di Kudus.

Selain itu menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan seperti Polytron, Pusaka Raya, Djarum dan Nojorono, serta instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kodim, Polri, dan ormas. “Program donor darah selama bulan ramadan tetap berjalan, dilakukan setelah berbuka puasa,” jelasnya.

PMI siap melayani permintaan rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan. Darah PMI tidak pernah diperjualbelikan, seperti yang dipersepsikan selama ini. Biaya sebesar Rp 360 ribu per kantong, sebagai pengganti kantong, selang, penyimpanan, serta gaji tenaga pelaksana transfusi darah. “Darahnya sendiri gratis,” tegasnya.

Rencananya awal Mei nanti bersamaan dengan pembukaan Bulan Dana PMI, pihaknya akan meluncurkan progran layanan antar darah. Pasien atau rumah sakit yang membutuhkan dapat langsung dilayani petugas khusus pengantar darah menggunakan sepeda motor agar pelayanan lebih cepat, karena dapat menembus kemacetan. (Trq)