DIY Editor : Agus Sigit Senin, 22 April 2019 / 12:38 WIB

KPU Kulonprogo Gelar Pemungutan Ulang Dua TPS

WATES, KRJOGJA.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo menggelar pemungutan suara ulang untuk TPS 31 Wonosidi Lor Wates dan TPS 2 Kemiri Margosari Pengasih, Minggu (21/04/2019). Warga tetap antusias menggunakan hak pilihnya, meski harus diulang. Pelaksanaan pemungutan ulang dipantau dari KPU dan Bawaslu setempat, Panwascam, juga dari KPU DIY.

"Untuk TPS 31 Wates yang diulang hanya PPWP (pasangan presiden wakil presiden) dan TPS 2 Margosari khusus DPRD Kabupaten. Adapun penyebabnya untuk TPS 31 karena ada orang ber KTP-el Papua yang menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut tapi tidak memiliki formulir A5 (pindah memilih) dan oleh petugas diberikan surat suara PPWP, harusnya tidak boleh. Maka diadakanlah pemungutan ulang tersebut," ujar Tri Mulatsih MA, Komisioner KPU Kabupaten Kulonprogo di sela-sela pemantauan di TPS 31. Berdasar DPT (daftar pemilih tetap), TPS 31 sebanyak 274 orang dan TPS 2 DPT 289 orang.

TPS 2 Margosari, lanjut Tri Mulatsih, penyebabnya ada warga yang terdaftar dalam DPTb (daftar pemilih tambahan) seharusnya diberi 4 surat suara tetapi oleh petugas diberikan 5 surat suara. Yang salah hanya untuk DPRD Kabupaten karena yang bersangkutan bukan berasal dari Dapil Pengasih Kokap, seharusnya  mendapatkan 4 surat suara. "TPS 2 Margosari yang diulang hanya DPRD Kabupaten saja," katanya.

Pemungutan suara ulang ini, tambah Tri Mulatsih, alurnya sama seperti pemungutan yang sebenarnya. "Dari petugas tetap memberlakukan aturan yang ada yakni memberikan kesempatan kepada warga dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB untuk menggunakan hak pilihnya, dan penghitungannya dimulai pukul 13.00 WIB sampai selesai," ujar Tri sambil menambahkan bahwa partisipasi secara keseluruhan (Kulonprogo) belum bisa terekap karena proses masih terus berlangsung.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kulonprogo Ria Herlinawati SIP MA menyatakan, Bawaslu monitoring kembali terhadap pemungutan ulang, agar tidak terjadi lagi dan juga untuk mengoptimalkan pengawas di TPS sehingga ketika akan terjadi kesalahan prosedur sudah tahu lebih dahulu. 

"Dari seluruh Kulonprogo dari pengawasan kami, hanya dua itu yang direkomendasi pemungutan ulang, karena beberapa yang lain bisa mencegah lebih dahulu. Terkait kekurangan surat suara kalau di kabupaten lain ada pemilih yang karena kekurangan surat suara sehingga tidak bisa terlayani. Namun untuk Kulonprogo sudah clear semua, pemilih dapat terlayani dengan baik, meski kemarin ada TPS-TPS yang rawan kekurangan surat suara, tapi KPU dan jajaran kami apresiasi karena bisa memetakan mana yang TPS gemuk dapat mengambil surat suara yang lain, sehingga tidak ada kekurangan surat suara sama sekali," tambah Ria. (Wid/Rul)