Peristiwa Agregasi    Senin, 22 April 2019 / 10:54 WIB

Habib Rizieq Minta Prabowo-Sandi tak Bertemu Koalisi Jokowi, Kecuali...

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan mengutus Luhut Binsar Panjaitan untuk bertemu Prabowo Subianto usai berkompetisi di Pilpres 2019. Namun, Habib Rizieq Shihab meminta Prabowo-Sandiaga tidak bertemu dengan pihak lawan kecuali jika mereka mengakui kemenangan pasangan capres-cawapres 02.

Hal itu disampaikan Habib Rizieq dalam tayangan video Front TV yang diunggah di Youtube. Dari Kota Makkah, Arab Saudi, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu meminta pendukung Prabowo mengawal terus rekapitulasi surat suara dan C1.

Dia menuding bahwa lawan Prabowo sebagai “penjahat demokrasi” sehingga mereka tidak pantas ditemui.

“Sekali lagi jangan melakukan pertemuan apapun dengan mereka-mereka yang menjadi penjahat demokrasi, karena mereka melakukan kecurangan secara masif, struktural dan sistematis, dan ini betul-betul satu dosa besar yang sangat-sangat berbahaya yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” katanya.

Habib Rizieq menyerukan “kepada rakyat Indonesia tetap bersatu berjuang dengan sabar, tegar, tabah, gagah, jangan pernah kendor melawan segala bentuk kecurangan.”

Sebelumnya Rizieq mengatakan deklarasi kemenangan dilakukan Prabowo-Sandi di Pilpres 2014 sudah tepat.

Prabowo sudah empat kali mendeklarasikan kemenangan bahkan sujud syukur, meski berbagai lembaga survei kredibel merilis hasil quick count atau hasil hitung cepat Pilpres 2019 yang mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf Amin. “Deklrasi kemenangan Prabowo-Sandi bersama partai koalisinya sudah sangat tepat, logis, realistis dan argumentatif,” ujar Rizieq.

Menurutnya tim Prabowo-Sandi telah memiliki data valid yang diperoleh dari 320 ribu TPS yang tersebar di 24 provinsi bahwa pasangan 02 menang di Pilpres 2019. "Saat dilakukan deklarasi Prabowo-Sandi hampir semua televisi merilis quick count hitung cepat yang berisi kebohongan publik." (*)