DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 22 April 2019 / 08:08 WIB

Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam Dibukukan lewat Batika

YOGYA,KRJOGJA.com - Buku familiografi berjudul 'Batika, Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam' karya penulis Indrawati Gondowinoto dan Dyah Merta diluncurkan di ruang meeting Boutique Hotel Yogyakarta, Minggu (21/4/2019).

Buku ini berisi jejak-jejak leluhur dari Indrawati Gondowinoto (Gan Swei Hiang) yang telah menorehkan karya wastra sepanjang tiga generasi di Pekalongan, yaitu Batik Gan Sam Gie (kakek buyut), Batik Gan Tjioe Liam (kakek) dan Batik Gan Tjang Liem (ayah). 

Menurut Indrawati, tiga generasi pembatik keluarga Gan tercatat pernah mengukir prestasi di dunia batik Pekalongan. Beberapa pernah terlihat dalam event yang digelar disana. Namun ironisnya, produksi batik keluarga ini berakhir dan bubar begitu saja, nyaris tidak ada upaya untuk mempertahankannya. "Ide penulisan buku ini berangkat dari rasa penyesalan atas berakhirnya perusahaan batik keluarga yang sudah dirintis oleh Kongco Gan Sam Gie," terang Indrawati kepada wartawan disela acara peluncuran buku.

Indrawati yang merupaka generasi keempat keluarga Gan, kemudian menggali karya-karya batik tulis keluarganya. Beberapa karya batik keluarga Gan terabadikan dan menjadi koleksi Museum Los Angeles Country Museum of Art (LACMA) Los Angeles California USA dan National Musseum van Wereldculturen Belanda, Museum Batik di Yogyakarta hingga disimpan para kolektor. "Untuk membeli kembali batik-batik tersebut tidak mungkin karena harganya sangat mahal. Saya hanya membeli foto motif batiknya. Ada 14 motif batik dari leluhur saya dalam buku ini," ujarnya.

Dijelaskan Indrawati, motif batik dari keluarga Gan adalah batik pesisiran dimana ada unsur Tionghoa. Salah satu ciri khas batik motif pesisiran adalah banyak sekali titik-titik halus yang itu dikerjakan satu persatu dan bolak-balik. Maka tak heran, untuk menyelesaikan satu lembar kain batik motif pesisiran oleh orang yang sudah ahli, membutuhkan waktu minimal 6 bulan atau bisa satu tahun lebih.


Ketua I Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, GBPH Prabukusumo sangat mengapresiasi kerja keras dari Indrawati Gondowinoto dan Dyah Merta yang berhasil menyusun buku 'Batika, Jejak Batik Keluarga Gan Tjioe Liam' dalam waktu 2 tahun. Prabukusumo gembira karena di buku ini dirinya mendapat suatu motif batik yang dipengaruhi oleh kelompok etnis Indonesia khususnya di Pekalongan yaitu etnis Tionghoa.

"Saya berharap kepada seluruh pecinta, pemerhati, pengrajin, pengusaha dan pemakai batik hendaknya memberikan inovasi dan kreativitasnya terhadap batik Indonesia dengan memasukkan unsur budaya asli Indonesia," katanya. (Dev)