Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 21 April 2019 / 22:06 WIB

Sekabel Apresiasi Jokowi Tidak Jumawa

SOLO, KRJOGJA.com - Sedulur  Kayu Mebel  (Sekabel) Jokowi mengapresiasi sikap calon presiden nomor urut 01 yang tidak jumawa atau sombong. Meski hasil penghitungan sejumlah lembaga survei independen menempatkan calon presiden (capres ) nomor urut 01 unggul dalam penghitungan cepat (quick count).

Sekabel Jokowi tetap sabar untuk menunggu hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bakal diumumkan sekitar 22 Mei 2019

Ketua Umum DPP Sekabel Jokowi, Setyo Wisnu Broto didampingi
Ketua Dewan Pembina Sekabel Jokowi Begog Djoko Winarso dan Sekjen Sekabel Jokowi, Hari Basuki, 
mengatakan, dalam hitung cepat beberapa lembaga survei capres nomor urut 01 unggul diatas 54 persen. Namun dalam berbagai kesempatan, Jokowi tetap meminta semua pihak untuk bersabar dan menghormati proses penghitungan di KPU

"Saya sangat mengapresiasi kinerja dari pengurus dan relawan Sekabel Jokowi di seluruh wilayah Indonesia. Karena di masing-masing daerah suara capres Jokowi berhasil unggul di atas 70 persen. Namun semua pihak harus bersabar untuk menunggu hasil dari KPU. Seperti sikap yang ditunjukkan Jokowi yang mencerminkan seorang negarawan sejati,” ujar Wisnu, Minggu (24/4/2019)  di Restauran Diamond, Solo.

Sementara Sekjen Sekabel Jokowi, Hari Basuki, menambahkan, Pemilu 2019 berlangsung demokratis, lancar, aman dan damai. Ini patut disyukuri karena membuktikan masyarakat Indonesia melek politik. Sejak Pemilu usai, Sekabel Jokowi langsung turun ke  akar rumput merangkul para tetangga, teman maupun sahabat yang dulu beda pilihan untuk menjadi satu lagi sebagai  masyarakat Indonesia. "Kami rangkul dan ternyata  mereka menyambutnya dengan positif,” kata Hari.

Secara senada, Ketua  Dewan Pembina Sekabel Jokowi, Begog Djoko Winarso, mengungkapkan,rakyat dalam  pilpres telah memberikan mandat kembali kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia. Pilpres yang berlangsung 17 April lalu merupakan people power yang sesungguhnya. 

“Karena masyarakat sudah menentukan pilihan politik sebagai warga negara. Saat ini yang sudah tidak ada 01 atau 02 yang ada 01+02 =03  Persatuan Indonesia,” tegasnya (Hwa)