Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 22 April 2019 / 09:10 WIB

Pemungutan Suara Ulang Berpotensi di TPS 10 Purwanegara, Ini Alasannya


PURWOKERTO,KRJOGJA.Com - Karena ada  pemilih berjenis wanita asal Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang ikut nyoblos pada 17 April lalu tanpa menggunakan form A5 atau surat pindah memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas.

Maka TPS 10 tersebut,  berpotensi untuk digelar Pemungutan Suara Ulang (PSU), karena pada saat pelaksanaan pemungutan suara 17 April 2019 lalu, pemilih yang  mencoblos, tanpa dilengkapi form A5 atau surat pindah memilih.

 

BACA JUGA :

Bawaslu Temukan Laporan Indikasi Perbedaan Jumlah Rekapitulasi

Rekapitulasi Hasil Pemilu Dimulai, Kapolda Jamin Keamanan Proses Penghitungan

 

 

 

"Pemilih yang bersangkutan warga Bekasi dan tercatat di Daftar Pemilih Tetap di TPS 087 Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Seharusnya yang bersangkutan harus menyertakan form A5 atau surat pindah memilih tapi kenyataan tidak membawa, namun tetap dilayani untuk mencoblos," kata Yon Haryono Devisi Humas dan Pengawasan Bawaslu Banyumas.

 

Menurutnya.  secara fakta hukum  yang bersangkutan sudah memberikan suara yang bukan haknya, karena yang bersangkutan terdaftar di DPT Kota Bekasi bukan di Banyumas. Selain itu yang bersangkutan tidak menggunakan form A5, atau surat untuk pindah memilih.

Yon, menjelaskan kasus tersebut merupakan temuan Pengawas TPS,yang sedang menjalankan tugas yang kemudian diteruskan ke Panwas Pemilu Kecamatan Purwokerto Utara, dan Bawaslu Banyumas, selanjutnya diteruskan ke Bawaslu Provinsi Jaw Tengah.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas, Imam Setiyadi yang dihubung terpisah menjelaskan, hingga kemarin pihaknya belum menerima rekomendasi dari Bawaslu Jateng untuk menggelar PSU di TPS 10 Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara. "Kalau ada rekomendasi dari Bawaslu untuk menggelar PSU kami siap," kata Imam.(Dri)