Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 21 April 2019 / 14:30 WIB

Saksi Baru Dihadirkan, Penanganan Kasus Politik Uang di Purworejo Berlanjut

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Keterlibatan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dan anggota DPRD dalam kegiatan kampanye yang mengarah ke politik uang menjadi perhatian warga. Menyikapi hal ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo bertekad untuk terus menindaklanjuti kasus tersebut.

“Dua orang saksi sudah kita panggil dan diklarifikasi. Keduanya saat operasi tangkap tangan (OTT) Bawaslu berada di rumah pelaku Desa Winong Lor Kecamatan Gebang, Purworejo,” kata Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq SH SThI MKen, Minggu (21/4/2019).

Untuk menangani kasus ini Bawaslu akan bekerja cepat selama dua minggu hari kerja. “Kami juga mendapat dukungan dari  Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Purworejo,” jelas Nur Kholiq. 

Kedua orang saksi itu katanya, tidak mengelak jika dalam pertemuan yang berbalut istighosah menjelang hari H Pemilu  itu, ada kegiatan pembagian uang yang akan digunakan untuk mempengaruhi warga sasaran untuk menentukan pilihannya. Uang dibagikan oleh pelaku Gfr (45) dan istrinya Ny Ae Pr (38) yang juga PNS. “Kami masih membutuhkan beberapa orang saksi lagi dalam mengumpulkan materi agar lebih lengkap,” jelas Nur Kholiq. 

Seperti diberitakan, pelaku Gfr (45) tertangkap tangan hendak membagikan uang kepada warga. Ada dua terlapor dalam hal ini, selain Gr juga istrinya Ny Ae Pr (38) yang juga PNS. 

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Manungsong menambahkan, bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari Bawaslu. “Nanti kita lakukan proses penyidikan. Laporan yang masuk akan kita tindaklanjuti dan diproses,” katanya. 

Dalam OTT Bawaslu di rumah caleg ini, didapati uang tunai senilai Rp 2.750.000, kartu nama, rekapitulasi nama sasaran dan rekapitulasi daftar. (Nar)