DIY Editor : Ivan Aditya Minggu, 21 April 2019 / 03:19 WIB

Makna Emansipasi Bagi Mieke Yolanda

EMANSIPASI perempuan yang diperjuangkan RA Kartini turut dinikmati pedangdut pendatang baru Mieke Yolanda. Kesempatannya untuk berkiprah di dunia hiburan sangat terbuka seperti halnya musisi pria lainnya. Justru kesempatan perempuan untuk berekspresi di atas panggung kini lebih lapang dari pada kaum pria.

Panggung dangdut era modern saat ini jauh berbeda dengan zaman dahulu. Jika dahulu seorang biduan dianggap hanya sebagai pelengkap suatu hiburan, namun kini pedangdut khususnya perempuan mampu memberikan warna berbeda serta menunjukkan perannya di atas panggung.

Mieke Yolanda merasakan sendiri hal itu. Terlahir di tengah keluarga seorang pedangdut, Mieke Yolanda cukup tahu akan suka duka kehidupan di panggung hiburan musik yang digemari hampir seluruh masyarakat tanah air tersebut.

“Jika dahulu seorang penyanyi itu harus bergabung dalam suatu orkes untuk bisa tampil, namun kini penyanyi bisa tampil sendiri. Bahkan jika memang sudah terkenal dan kualitasnya bagus, kita yang justru akan dicari untuk tampil,” ungkap Mieke Yolanda.

Apalagi kini musik satu ini mulai ‘naik kelas’, jadi tak heran jika dangdut era sekarang akrab masuk di hotel, cafe maupun hall pertunjukan lainnya. Hal ini tentunya juga menjadi keuntungan tersendiri bagi para penyanyi dangdut untuk berkreasi lebih baik lagi.

Namun menggeluti pekerjaan sebagai penyanyi yang berada di tengah kebanyakan kaum pria bukanlah hal yang mudah untuk dijalaninya. Aktivitas manggung yang sering pulang hingga larut malam tak jarang membuat pandangan orang terhadap seorang biduan cukup negatif.

Anggapan itu sulit hilang di tengah masyarakat. Walau seorang penyanyi dangdut telah mencoba profesional dalam berkarir namun tetap saja ada tanggapan miring yang selalu menghampirinya.

“Seorang penyanyi dangdut seperti itu hanya saat di atas panggung saja. Di luar panggung Mieke yakin mereka juga seperti perempuan pada umumnya,” ungkap Mieke Yolanda.

Penyanyi yang masih belia ini berharap panggung hiburan juga ramah bagi seluruh gender. Keberadaan penyanyi dangdut perempuan di atas panggung hendaknya dapat dipandang sebagai pekerja seni, bukan sebagai seorang penghibur suatu acara saja.

“Artinya keberadaan kita di atas panggung juga harus dihargai sebagai seorang yang profesional dalam berkesenian. Jadi anggapan-angapan negatif terhadap penyanyi dangdut harus dihilangkan,” ujar Mieke Yolanda. (Van)